Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Lingkungan

Karhutla Kepung 5 Wilayah RI, Terparah 60 Hektare di Minahasa Utara

Roska Putra
Roska Putra
Senin, 21 September 2026 · 13:371 menit baca
Karhutla Kepung 5 Wilayah RI, Terparah 60 Hektare di Minahasa Utara
Asap tebal mengepul dari kebakaran lahan gambut di Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah. (Dok. BNPB)

Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda sejumlah wilayah di Indonesia akibat kelalaian dan tingginya potensi kekeringan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat area terbakar paling luas berada di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara yang mencapai 60 hektare, Senin (21/9/2026).

Kejadian karhutla paling parah ini melanda kawasan Kaki Gunung Klabat, Kecamatan Airmadidi. Api menyebar dengan cepat sejak Sabtu (19/9) akibat tiupan angin yang kencang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat dibantu TNI dan Pemadam Kebakaran masih terus memproses pemadaman sisa titik api yang menyisakan sekitar 10 hektare.

Warga Kalbar Gugat Prabowo ke Pengadilan Buntut Bencana Karhutla
Baca Juga

Warga Kalbar Gugat Prabowo ke Pengadilan Buntut Bencana Karhutla

Selain di Sulawesi Utara, BNPB juga melaporkan kejadian karhutla di empat kabupaten lain yang tersebar di wilayah Jawa dan Sulawesi.

Di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, dua hektare lahan gambut hangus yang diduga kuat berasal dari puntung rokok.

Sementara di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, kelalaian warga yang membakar sampah memicu kebakaran yang merambat hingga lima hektare lahan.

Dua insiden karhutla berskala lebih kecil juga terjadi di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah seluas 4 hektare dan Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah dengan total luasan 2 hektare di dua desa berbeda.

Api Merambah Zona Inti TN Gunung Palung, Pemprov Kalbar Salurkan Bantuan Logistik Relawan
Baca Juga

Api Merambah Zona Inti TN Gunung Palung, Pemprov Kalbar Salurkan Bantuan Logistik Relawan

Kondisi mutakhir di keempat wilayah ini dipastikan telah aman setelah tim gabungan berhasil memadamkan api sepenuhnya.

Merespons rentetan bencana ini, BNPB mengeluarkan imbauan tegas kepada pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

Masyarakat dilarang keras membuka lahan dengan cara dibakar, membakar sampah, maupun membuang puntung rokok sembarangan karena kondisi kemarau dan angin kencang sangat rentan memicu kebakaran mematikan.

Pemerintah daerah juga didesak untuk terus melakukan pemantauan intensif di wilayah rawan karhutla, memastikan kesiapan alat pemadaman, serta menggencarkan patroli terpadu.

Warga yang melihat titik api sekecil apa pun diminta segera melapor kepada aparat setempat agar dapat segera dikendalikan.

(Roska)