Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Cyber Security

Binance Mulai Buka Kembali Penarikan Dana Dua Hari Setelah Peretasan, FBI Tuding Peretas Korea Utara

Achmad Fatoni
Achmad Fatoni
Minggu, 1 November 2026 · 22:283 menit baca
Binance Mulai Buka Kembali Penarikan Dana Dua Hari Setelah Peretasan, FBI Tuding Peretas Korea Utara
Binance mulai membuka kembali penarikan dana secara bertahap pada Minggu (1/11/2026), setelah peretas berupaya menguras aset senilai lebih dari US$6 miliar. Ilustrasi: Nusantara Post/diolah.

Binance, bursa aset kripto terbesar di dunia, mulai membuka kembali layanan penarikan dana bagi nasabah secara bertahap pada Minggu (1/11/2026), lebih dari dua hari setelah peretas berupaya menguras aset senilai lebih dari US$6 miliar dalam pencurian siber yang disebut terbesar yang pernah tercatat.

Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) menyatakan pada Sabtu (31/10/2026) bahwa serangan itu dilakukan TraderTraitor, unit peretas elite asal Korea Utara.

Binance menghentikan transaksi pada Jumat pagi waktu Asia setelah peretasan terungkap. Penarikan Bitcoin dibuka kembali setelah pukul 14.00 waktu Singapura.

Tahap pertama mencakup 15 token, termasuk Ether dan dua stablecoin terbesar, USDT milik Tether dan USDC milik Circle Internet Group.

Dalangi Sindikat Phishing Global ‘Kratos’, Pemuda 25 Tahun Asal Pontianak Diringkus Bareskrim dan FBI
Baca Juga

Dalangi Sindikat Phishing Global ‘Kratos’, Pemuda 25 Tahun Asal Pontianak Diringkus Bareskrim dan FBI

Menurut Binance, penarikan di 12 jaringan blockchain, termasuk Ethereum, BNB Smart Chain, XRP, dan Base, kembali beroperasi sekitar pukul 19.30.

Binance menyebut pemulihan dilakukan bertahap dengan memprioritaskan token berdasarkan data permintaan pengguna selama sepekan terakhir.

“Kami menerapkan pendekatan bertahap dengan memprioritaskan token berdasarkan data permintaan pengguna selama sepekan terakhir. Dengan demikian, setiap jaringan dan pasangan aset dapat dipulihkan secara cermat, melalui pemeriksaan stabilitas dan keamanan yang menyeluruh sebelum akses dibuka kembali,” ungkap Binance.

Pemulihan ini menjadi ujian bagi janji Binance mengganti kerugian nasabah sepenuhnya. Nilai pencurian itu sekitar empat kali lipat rekor sebelumnya, yakni peretasan bursa Bybit pada 2025 senilai sekitar US$1,5 miliar.

Mini Drama AI Bermuatan Pornografi dan Judi Ramai di Medsos, Ini Penjelasan Komdigi
Baca Juga

Mini Drama AI Bermuatan Pornografi dan Judi Ramai di Medsos, Ini Penjelasan Komdigi

FBI juga mengaitkan peretasan Bybit dengan unit yang sama. Binance menyatakan telah mengganti sekitar 90 persen aset kripto yang dicuri menggunakan kas perusahaan, dana darurat, dan dana asuransinya.

Aset yang terkuras mencakup sejumlah mata uang kripto utama di 10 blockchain, termasuk Bitcoin dan Ethereum.

“Komitmen kami tetap tidak berubah: Binance akan menanggung dampak finansial dari dana yang dicuri tersebut. Kerugian ini tidak akan dibebankan kepada para pengguna,” ungkap pihak perusahaan.

Co-CEO Binance Richard Teng menyebut perusahaan mampu menutup kerugian karena selama ini menginvestasikan sebagian pendapatan ke dalam aset kripto, sedangkan Co-CEO Yi He mengatakan pendapatan tahun ini akan menutup seluruh jumlah yang hilang.

Total biaya akhir belum jelas. Binance menyatakan hingga Jumat aset senilai sekitar US$3 miliar yang terdampak telah dibekukan, tetapi hal itu tidak berarti aset tersebut telah dipulihkan. Berdasarkan data DefiLlama pada pukul 19.30 waktu Singapura, Binance mencatat arus keluar bersih US$2,5 miliar setelah penarikan dibuka kembali.

Pasar bereaksi relatif terkendali. Sebagian besar mata uang kripto utama berubah kurang dari 1 persen pada Minggu. Bitcoin, yang mencakup sekitar 60 persen nilai pasar sektor ini, diperdagangkan di kisaran US$78.000, sekitar 5 persen di bawah level tertinggi pada Kamis sebelum serangan.

Disebut Mantan Wartawati Paling Jahat, Menkomdigi Terseret Polemik Pembatasan Karhutla
Baca Juga

Disebut Mantan Wartawati Paling Jahat, Menkomdigi Terseret Polemik Pembatasan Karhutla

“Pada tingkat tertentu, hal ini menunjukkan betapa industri ini telah matang. Kami melihat respons yang sangat cepat,” ujar Haseeb Qureshi, mitra pengelola di perusahaan modal ventura Dragonfly.

Binance sebelumnya menyebut insiden itu mungkin melibatkan laptop seorang insinyur perangkat lunak yang disusupi, serta “titik-titik pelanggaran keamanan lainnya”.

Perusahaan menyatakan tidak menemukan bukti kebocoran kunci privat. Selain FBI, perusahaan intelijen blockchain TRM Labs, Chainalysis, dan Elliptic juga menunjuk peretas Korea Utara sebagai pelaku.

Sejumlah pakar keamanan meyakini peretas itu mengintegrasikan perangkat kecerdasan buatan (AI) ke dalam metode serangan, terutama untuk pengintaian dan rekayasa sosial.

Yi He mengakui masih ada aspek yang bisa ditangani lebih baik. Dalam video berbahasa Mandarin yang diunggah di X pada Jumat, ia berjanji bekerja sama dengan penegak hukum untuk melacak pelaku.

“Kami tidak akan membiarkan para peretas merenggut momentum yang layak didapatkan oleh industri ini. Tentu saja, ada aspek-aspek yang bisa kami tangani dengan lebih baik. Seharusnya kami berinvestasi lebih banyak pada keamanan sejak awal dan menetapkan standar yang lebih ketat,” kata Yi He.

Serangan ini terjadi di tengah rangkaian serangan siber tahun ini terhadap industri kripto dan keuangan. Pada September, dana ratusan juta dolar AS terkuras dari Bitget.

Isu Pembatasan Konten Karhutla di Instagram Mencuat, Apa Kata Komdigi?
Baca Juga

Isu Pembatasan Konten Karhutla di Instagram Mencuat, Apa Kata Komdigi?

Serangan lain disebut menyasar Polymarket, Mirae Asset Global Investments dan Daishin Securities di Korea Selatan, serta GMO Internet Group di Jepang.

(Toni)