Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Ekonomi

BPS: 58 Ribu Warga Kalteng Menganggur, 80 Ribu Setengah Menganggur

Hendrawan
Hendrawan
Jumat, 6 November 2026 · 13:331 menit baca
BPS: 58 Ribu Warga Kalteng Menganggur, 80 Ribu Setengah Menganggur
Ilustrasi – BPS mencatat sekitar 58 ribu orang menganggur di Kalimantan Tengah pada Agustus 2026, bertambah 330 orang dari tahun lalu. Sebanyak 80 ribu orang setengah menganggur. (Dok. Penggadaian)

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Kalimantan Tengah sekitar 58 ribu orang pada Agustus 2026. Angka itu bertambah 330 orang dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Data tersebut merupakan hasil pendataan ketenagakerjaan periode Agustus 2026. Kepala BPS Kalimantan Tengah Toto Haryanto Silitonga memaparkannya saat menjelaskan perkembangan ketenagakerjaan di Palangka Raya, Jumat (6/11/2026).

“Jumlah pengangguran tersebut bertambah sebanyak 330 orang dibanding Agustus 2025. Yakni sekitar 58 ribu orang pada Agustus 2026,” ujar Toto.

Di sisi lain, jumlah penduduk yang bekerja tercatat sekitar 1,4 juta orang. Dari jumlah itu, sekitar 970 ribu orang merupakan pekerja penuh waktu, yakni penduduk yang bekerja minimal 35 jam dalam sepekan.

Ketuk Palu Sah, DPR Tetapkan Delapan Poin Krusial UU Ketenagakerjaan Baru
Baca Juga

Ketuk Palu Sah, DPR Tetapkan Delapan Poin Krusial UU Ketenagakerjaan Baru

BPS juga mencatat sekitar 300 ribu pekerja paruh waktu dan 80 ribu orang yang masuk kategori setengah menganggur.

Kondisi tersebut menunjukkan tantangan ketenagakerjaan tidak hanya berkaitan dengan terbatasnya kesempatan kerja bagi pencari kerja. Tantangan itu juga menyangkut kualitas dan kecukupan pekerjaan, karena sebagian penduduk yang sudah bekerja masih memiliki jam kerja di bawah standar pekerja penuh waktu.

Meski sekitar 1,4 juta penduduk telah bekerja, masih terdapat puluhan ribu warga yang belum terserap lapangan pekerjaan.

Toto menilai, bertambahnya jumlah pengangguran dan masih banyaknya pekerja tidak penuh membuat penyerapan tenaga kerja menjadi persoalan yang perlu perhatian.

BPS: Produksi Padi Kaltim Naik 9,8 Persen pada Januari-September 2026
Baca Juga

BPS: Produksi Padi Kaltim Naik 9,8 Persen pada Januari-September 2026

“Dengan bertambahnya jumlah pengangguran dan masih banyaknya pekerja tidak penuh, persoalan penyerapan tenaga kerja di Kalteng masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian,” pungkasnya.

(Hendrawan)