Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Timur

BPS: Produksi Padi Kaltim Naik 9,8 Persen pada Januari-September 2026

Achmad Fatoni
Achmad Fatoni
Selasa, 3 November 2026 · 08:392 menit baca
BPS: Produksi Padi Kaltim Naik 9,8 Persen pada Januari-September 2026
BPS memperkirakan produksi padi Kalimantan Timur Januari-September 2026 mencapai 305,87 ribu ton GKP, naik 9,8 persen dibanding periode sama tahun lalu. (Dok. Ist)

Produksi padi di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) ditaksir naik 9,8 persen menjadi 305,87 ribu ton gabah kering panen (GKP) sepanjang Januari-September 2026 dibanding periode yang sama tahun lalu. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, Mas’ud Rifai, menyampaikan angka tersebut di Samarinda, Senin (2/11/2026).

“Produksinya diperkirakan 305,87 ribu ton GKP, mengalami peningkatan 27,30 ribu ton GKP atau 9,80 persen ketimbang Januari-September 2025, yang sebanyak 278,56 ribu ton GKP,” kata Mas’ud.

Potensi produksi padi pada kuartal IV 2026 diperkirakan mencapai 10,83 ribu ton GKP. Dengan demikian, total produksi GKP sepanjang 2026 diproyeksikan 316,7 ribu ton.

Dalam hitungan gabah kering giling (GKG), produksi Januari-September 2026 mencapai 265,09 ribu ton, naik 9,8 persen atau 23,66 ribu ton dibanding tahun lalu. Potensi produksi kuartal IV diperkirakan 9,38 ribu ton GKG, sehingga total produksi 2026 diproyeksikan 274,47 ribu ton GKG. Angka itu lebih tinggi 3,6 ribu ton atau 1,33 persen dibanding 2025 yang tercatat 270,87 ribu ton GKG.

Gagal Panen Padi di Sambas Dipicu Kekeringan Ekstrem, Petani Keluhkan Lambatnya Bantuan Pemerintah
Baca Juga

Gagal Panen Padi di Sambas Dipicu Kekeringan Ekstrem, Petani Keluhkan Lambatnya Bantuan Pemerintah

Tiga kabupaten dengan produksi tertinggi tahun ini adalah Kutai Kartanegara (64,5 ribu ton), Paser (40,76 ribu ton), dan Penajam Paser Utara (29,98 ribu ton). Peningkatan terbesar terjadi di Penajam Paser Utara, Paser, dan Berau, sedangkan penurunan tercatat di Kutai Timur, Samarinda, dan Kutai Barat.

Jika dikonversi menjadi beras, produksi padi Kaltim pada 2026 diperkirakan mencapai 159,65 ribu ton. Jumlah itu naik 2,10 ribu ton atau 1,33 persen dibanding tahun sebelumnya.

Mas’ud menilai capaian tersebut menunjukkan perbaikan produktivitas tanaman padi di Kaltim.

“Peningkatan ini menunjukkan produktivitas tanaman padi di Provinsi Kaltim terus membaik, sehingga berkontribusi nyata dalam ketahanan pangan daerah,” ujar Mas’ud.

Musim Kemarau di Mahulu Buat Harga Beras 25 Kilogram Tembus Rp1 Juta
Baca Juga

Musim Kemarau di Mahulu Buat Harga Beras 25 Kilogram Tembus Rp1 Juta

Realisasi luas panen padi Januari-September 2026 mencapai 63,93 ribu hektare, naik 4,26 ribu hektare atau 7,14 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya yang tercatat 59,67 ribu hektare. Luas panen pada Oktober-Desember 2026 diperkirakan sekitar 2,37 ribu hektare, sehingga total luas panen sepanjang 2026 diproyeksikan 66,30 ribu hektare. Angka itu turun 0,32 persen atau 0,21 ribu hektare dibanding 2025 yang mencapai 66,52 ribu hektare.

Terkait waktu panen, Mas’ud menyebut tidak ada pergeseran dibanding tahun lalu.

“Puncak panen pada tahun ini terjadi pada Maret dengan luas 18,09 ribu hektare, tidak ada pergeseran waktu dibandingkan tahun lalu,” katanya.

(Tony)