Balai Pengelolaan Kelautan (PK) Pontianak menggelar kegiatan penjangkauan masyarakat di Desa Batuq, Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (27/10/2026).
Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman serta partisipasi aktif masyarakat pesisir dalam mengelola Kawasan Konservasi di Perairan Mahakam Wilayah Hulu secara kolaboratif, efektif, dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut diikuti 60 peserta yang terdiri atas nelayan tangkap, pembudidaya ikan, serta pelaku usaha dari Desa Batuq dan Desa Tanjung Batuq Harapan.
Pembukaan acara dilakukan langsung oleh Kepala Desa Batuq, Suwandi, yang mengapresiasi upaya edukasi ini di tengah tantangan paceklik tangkapan akibat musim kemarau panjang serta tingginya harga pakan ikan.
Perwakilan Balai PK Pontianak, Ari Purwandari, menggarisbawahi bahwa pengelolaan kawasan berbasis regulasi telah berjalan sejak 2023 berkolaborasi dengan Yayasan RASI, pemerintah daerah, serta masyarakat lokal.
Selanjutnya, pemaparan teknis mengenai aturan zonasi, pengoperasian alat tangkap ramah lingkungan, serta jenis biota yang dilindungi disampaikan oleh Alfin Pranata.
Dalam sesi diskusi, perwakilan nelayan menyuarakan aspirasi berupa kebutuhan bantuan alat tangkap yang ramah lingkungan, penegakan hukum tegas terhadap praktik penyetruman ikan, hingga pelatihan mata pencaharian alternatif.
Berdasarkan pengisian kuesioner pendataan ikan ekonomis penting dan pemahaman kawasan, sebagian besar nelayan telah mengenali keberadaan satwa dilindungi penuh di ekosistem Mahakam Hulu, seperti Pesut Mahakam, Belida Borneo, dan Pari Air Tawar, serta jenis yang dilindungi terbatas seperti Belida Jawa dan Sidat.
(roska)