Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lonjakan titik panas dan luas lahan terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Hingga Kamis (5/11/2026), terdeteksi 821 titik panas di provinsi tersebut, naik 93 persen dibanding hari sebelumnya.
Data itu disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan dalam konferensi pers di Kantor BNPB, Jakarta Timur, yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB.
“Kalimantan Tengah adalah kasus yang paling menonjol, dan provinsi ini mencatat ada 821 titik panas atau naik sebesar 93 persen dari hari kemarin,” kata Berton.
Menurut Berton, lahan di Kalimantan Tengah yang sedang dalam penanganan seluas 1.641 hektare. Angka tersebut meningkat 147 persen. Ia menjelaskan, peningkatan luas lahan juga terjadi di Kalimantan Timur sebesar 53 persen. Sementara itu, Papua Selatan, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Tengah mencatat penurunan dalam kisaran 20 hingga 50 persen.

























