Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Lingkungan

BNPB Catat Lima Bencana, Banjir dan Longsor Terjang Entikong Sanggau

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Jumat, 6 November 2026 · 12:442 menit baca
BNPB Catat Lima Bencana, Banjir dan Longsor Terjang Entikong Sanggau
Petugas BPBD Tojo Una-Una memadamkan api yang membakar TPA di Dusun Jompi, Kelurahan Malotong, Kecamatan Ampana Kota, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, Kamis (5/11/2026). (Dok. BPBD Kabupaten Tojo Una-Una)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lima kejadian bencana di sejumlah wilayah Indonesia hingga Jumat (6/11/2026) pukul 07.00 WIB. Kejadian itu meliputi banjir dan tanah longsor di Kabupaten Sanggau, angin kencang di Kabupaten Kediri, serta tiga kebakaran di Kabupaten Tojo Una-Una, Magetan, dan Luwu.

Data tersebut bersumber dari laporan Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi (Dit. Koordalops) BNPB.

Di Kalimantan Barat, banjir disertai tanah longsor melanda Dusun Nekan, Desa Nekan, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Rabu (4/11/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Hujan berintensitas tinggi sejak Selasa (3/11/2026) dini hari menyebabkan debit air meningkat dan tanah menjadi jenuh serta labil.

Material longsor mengenai sejumlah rumah warga dan merusak beberapa bagian bangunan. Berdasarkan laporan BPBD Sanggau, kejadian itu berdampak pada 13 jiwa, tiga di antaranya mengungsi. Sebanyak lima rumah terdampak.

BNPB Gandeng Australia Optimalkan Pemadaman Karhutla Lewat Operasi Udara
Baca Juga

BNPB Gandeng Australia Optimalkan Pemadaman Karhutla Lewat Operasi Udara

BPBD bersama perangkat desa dan warga melakukan asesmen dan pendataan. Hingga Kamis (5/11/2026), koordinasi dan pemantauan di lokasi masih berlangsung.

Di Jawa Timur, hujan lebat disertai angin kencang melanda Desa Kepung, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, Rabu (4/11/2026). Sebanyak 81 kepala keluarga terdampak. BPBD Kediri melaporkan satu rumah rusak berat, satu rusak sedang, dan 78 rusak ringan, serta satu fasilitas pendidikan rusak.

BPBD bersama Dinas Sosial Kediri menyalurkan bantuan berupa terpal dan makanan siap saji. Tim gabungan juga membersihkan material dan mendata kerusakan. Hingga Kamis (5/11/2026), pembersihan masih berlangsung.

Kebakaran tempat pemrosesan akhir (TPA) terjadi di Dusun Jompi, Kelurahan Malotong, Kecamatan Ampana Kota, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, Kamis (5/11/2026) sekitar pukul 02.45 WITA. Api melanda area sekitar satu hektare dan tidak ada korban jiwa. Tim gabungan memadamkan api dengan satu mobil pemadam kebakaran dan satu mobil Dinas Sosial. Berdasarkan laporan Jumat (6/11/2026), api telah padam.

Titik Panas di Kalteng Melonjak 93 Persen, Lahan Terbakar Naik 147 Persen
Baca Juga

Titik Panas di Kalteng Melonjak 93 Persen, Lahan Terbakar Naik 147 Persen

Di Dukuh Ngancar, Desa Sidowayah, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, kebakaran melanda lahan bambu dan jati seluas sekitar satu hektare pada Kamis (5/11/2026). Api dipadamkan melalui jalur darat menggunakan selang air pada hari yang sama.

Tim gabungan berupaya menjinakkan api di tempat pemrosesan akhir sampah Dusun Jompi, Ampana Kota, Tojo Una-Una, Kamis (5/11/2026). (Dok. BPBD Kabupaten Tojo Una-Una)

Kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di Desa Balla, Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Kamis (5/11/2026). Api menghanguskan kebun kakao milik warga seluas sekitar satu hektare. BPBD Luwu bersama tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan, dan api dilaporkan padam.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi seiring peralihan musim. Pemerintah daerah diminta mengintensifkan patroli dan pemantauan di wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat diingatkan tidak membuka lahan dengan membakar, tidak membakar sampah secara terbuka, dan tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melapor jika menemukan titik api.

Warga di wilayah rawan banjir dan longsor diminta waspada saat hujan deras berlangsung lama, menghindari lereng dan bantaran sungai, serta segera menuju tempat aman bila ada tanda bahaya atau arahan evakuasi. Pemerintah daerah juga diminta memastikan drainase berfungsi, menormalisasi alur sungai, dan memeriksa serta memperkuat tanggul.

(Rudi)