Sen, 20/07/26 · 23.39.15
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nasional

BNPB Catat Karhutla Meluas di Enam Provinsi, Puluhan Hektare Lahan Terbakar

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Senin, 20 Juli 2026 · 12:322 menit baca
BNPB Catat Karhutla Meluas di Enam Provinsi, Puluhan Hektare Lahan Terbakar
BNPB melaporkan rentetan karhutla melanda enam provinsi termasuk Kaltim, Kalsel, dan Jatim pada 19-20 Juli 2026. Puluhan hektare lahan dilaporkan terbakar. (Dok. BPBD Kabupaten Tanah Bumbu)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum rentetan kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda enam provinsi di Indonesia sepanjang periode Minggu, (19/72026) hingga Senin, (20/7/2026). Laporan mutakhir menunjukkan puluhan hektare lahan hangus terbakar di wilayah Sumatra, Jawa, Kalimantan, hingga Sulawesi.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengonfirmasi bahwa seluruh jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama unsur terkait telah dikerahkan ke titik-titik lokasi guna melakukan pemadaman dan mengendalikan situasi di lapangan.

Sebaran Karhutla di Wilayah Sumatra dan Jawa
Di Provinsi Aceh, karhutla menghanguskan lahan seluas 1 hektare di Kampung Kuyun Uken, Kecamatan Celala, Kabupaten Aceh Tengah pada Minggu dini hari. Otoritas setempat menyatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut dan titik api kini telah berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Sementara itu di Provinsi Jambi, kebakaran melanda kawasan hutan dan lahan seluas 2,5 hektare di Desa Batin, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batang Hari pada Minggu pagi. Penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian, sementara status area telah berhasil dikendalikan oleh tim gabungan.

Lahan 15 Hektare Padam, BNPB Pastikan Kebakaran TPA Jatiwaringin Tidak Ganggu Bandara Soetta
Baca Juga

Lahan 15 Hektare Padam, BNPB Pastikan Kebakaran TPA Jatiwaringin Tidak Ganggu Bandara Soetta

Melompat ke Pulau Jawa, kebakaran lahan kosong seluas 3 hektare terjadi di kawasan Perumahan Sentraland, Desa Randegansari, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Sabtu siang. Merespons situasi ini, pemerintah daerah memperketat pengawasan mengingat Jawa Timur saat ini berstatus Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla.

“Provinsi Jawa Timur saat ini juga berada dalam Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/327/013/2026 yang berlaku sejak 26 Mei hingga 6 Oktober 2026,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya.

Eskalasi Kebakaran Lahan di Kalimantan dan Sulawesi
Dampak karhutla paling signifikan tercatat di Pulau Kalimantan. Di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, kebakaran besar melanda tiga wilayah sekaligus, yakni Kecamatan Loa Janan Ilir (5 hektare), Kecamatan Sungai Pinang (30 hektare), dan Kecamatan Samarinda Ulu (0,2 hektare) dengan total area terdampak mencapai 35,2 hektare.

Pulihkan Pasca-Konflik Adonara Barat, BNPB Serahkan 52 Unit Hunian Tetap di Flores Timur
Baca Juga

Pulihkan Pasca-Konflik Adonara Barat, BNPB Serahkan 52 Unit Hunian Tetap di Flores Timur

Pada saat yang sama, kebakaran area konsesi perusahaan juga dilaporkan terjadi di area PT Dua Samudera Perkasa Tersus Bengkirai Sungai Dua, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, dengan luasan mencapai 5 hektare. Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan baru berhasil menjinakkan sekitar 2 hektare lahan di area tersebut.

Di Pulau Sulawesi, api melahap 1 hektare lahan di belakang Pertamina Ussu, Desa Atue, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan pada Minggu petang. Operasi pemadaman yang melibatkan Manggala Agni dan TNI-Polri berhasil menjinakkan api pada pukul 21.00 WITA.

Sebagai langkah antisipasi menghadapi puncak musim kemarau, BNPB mendesak otoritas regional untuk memperketat deteksi dini.

“BNPB mengimbau pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla, terutama di wilayah yang tengah memasuki musim kemarau. Masyarakat juga diharapkan tidak melakukan pembakaran lahan maupun aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif,” kata Abdul Muhari menegaskan.

(Rudi)