Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar kegiatan dukungan pemasaran bagi kelompok masyarakat terdampak gempa 2018 di Desa Wisata Taman Fantasi Pabar, Dusun Telagawareng, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Senin (3/8/2026).
Kegiatan bertajuk “Strategi Membangun Usaha yang Tangguh dan Adaptif terhadap Risiko Bencana” tersebut bertujuan memperluas promosi, akses informasi, serta jejaring pemasaran produk hasil pendampingan ekonomi pascabencana.
Indikator keberhasilan pemulihan wilayah terdampak dinilai tidak hanya berpatokan pada pembangunan infrastruktur fisik, melainkan juga pada kebangkitan aktivitas perekonomian warga.
“Ini merupakan upaya BNPB dalam memastikan hasil pendampingan ekonomi pascabencana tidak berhenti pada saat program selesai, tetapi mampu berlanjut menjadi usaha yang mandiri, berkembang, dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang,” kata Direktur Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan Hidup BNPB Luqmanul Hakim, Senin, (3/8/2026).
Kabupaten Lombok Utara merupakan wilayah terdampak paling parah yang menyumbang sekitar 63 persen dari total kerusakan dan kerugian di NTB, dengan rincian kerusakan mencapai Rp5,47 triliun serta kerugian ekonomi sebesar Rp4,51 triliun.
Kondisi tersebut menyebabkan para pelaku UMKM, petani, peternak, dan nelayan kehilangan aset produksi serta terputusnya jaringan distribusi pasar.

Penguatan kapasitas usaha diarahkan melalui diversifikasi produk, pemanfaatan teknologi digital, serta penerapan prinsip pengurangan risiko bencana pada kegiatan bisnis.
“Usaha yang tangguh adalah yang mampu bertahan, beradaptasi, dan bangkit kembali saat menghadapi gangguan maupun bencana. Prinsip ini sejalan dengan konsep Build Back Better and Safer, di mana kita membangun kondisi yang lebih baik, aman, dan berkelanjutan dibandingkan masa sebelum bencana,” jelasnya.
Program pendampingan pascagempa 2018 mencatatkan keberhasilan komoditas lokal menembus pasar internasional, seperti ekspor black garlic ke Jepang serta king aren ke Jerman, Prancis, dan Korea Selatan.
Sinergi kolaborasi pentaheliks yang melibatkan DPR RI, pemerintah daerah, perguruan tinggi seperti Universitas Mataram, dunia usaha, komunitas, dan media dinilai menjadi faktor kunci keberlanjutan ekonomi daerah.
Acara peluncuran dukungan pemasaran tersebut turut dihadiri Anggota Komisi VIII DPR RI Nanang Samodra, Wakil Rektor Universitas Mataram Sitti Hilyana, Kalaksa BPBD Provinsi NTB Sadimin, serta jajaran pemerintah desa setempat.
(Rudi)