Min, 23/08/26 · 07.46.02
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nasional

Gempa Flores NTT Rusak 53.971 Rumah, Manggarai Timur Paling Terdampak

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Minggu, 23 Agustus 2026 · 12:441 menit baca
Gempa Flores NTT Rusak 53.971 Rumah, Manggarai Timur Paling Terdampak
BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat gempa M 7,7 Flores NTT per hari kedelapan, Manggarai Timur jadi wilayah terparah dengan 17.039 unit rusak. (Dok. BNPB)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 53.971 unit rumah warga mengalami kerusakan akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Sabtu, (22/8/2026).

Kerusakan fisik bangunan tersebut terbagi ke dalam tiga tingkatan, yakni 19.006 unit kategori rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, serta 23.188 unit rusak ringan yang tersebar di tujuh kabupaten terdampak di Pulau Flores.

Berdasarkan sebaran wilayah, Kabupaten Manggarai Timur menjadi daerah dengan dampak terparah, yakni 17.039 rumah rusak (6.713 berat, 4.496 sedang, 5.830 ringan). Disusul Manggarai Barat sebanyak 9.402 unit (3.334 berat, 1.438 sedang, 4.630 ringan), Ngada 8.129 unit (1.973 berat, 1.678 sedang, 4.478 ringan), dan Manggarai 7.045 unit (3.582 berat, 2.113 sedang, 1.350 ringan).

Sementara itu, kerusakan di Kabupaten Nagekeo mencapai 4.829 unit (1.702 berat, 560 sedang, 2.567 ringan), Kabupaten Ende 3.953 unit (763 berat, 870 sedang, 2.320 ringan), serta Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit (939 berat, 622 sedang, 2.013 ringan).

KRI dr. Soeharso Tiba di Manggarai Rawat Korban Gempa Flores NTT
Baca Juga

KRI dr. Soeharso Tiba di Manggarai Rawat Korban Gempa Flores NTT

Proses pendataan lapangan berbasis nama dan alamat (by name by address) telah rampung untuk enam kabupaten, sedangkan penginputan data Kabupaten Manggarai ditargetkan tuntas dalam dua hari ke depan.

Urgensi percepatan verifikasi data kerusakan secara paralel tanpa menunggu masa tanggap darurat berakhir ditekankan oleh Kepala BNPB, Suharyanto.

Akurasi data faktual di tingkat desa tersebut diposisikan sebagai landasan utama penentuan alokasi bantuan perbaikan rumah, penyediaan hunian sementara (huntara), serta pencairan Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600 ribu per kepala keluarga bagi korban dengan kategori rumah rusak berat.

Salurkan 777 Ton Logistik ke NTT, Lanud Halim Siagakan 4 Pesawat TNI AU
Baca Juga

Salurkan 777 Ton Logistik ke NTT, Lanud Halim Siagakan 4 Pesawat TNI AU

Guna mempercepat validasi Surat Keputusan (SK) penetapan oleh masing-masing kepala daerah, BNPB menjadwalkan bimbingan teknis bagi petugas enumerator lapangan pada Selasa, (25/8/2026).

(Rudi)