Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 53.971 unit rumah warga mengalami kerusakan akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Sabtu, (22/8/2026).
Kerusakan fisik bangunan tersebut terbagi ke dalam tiga tingkatan, yakni 19.006 unit kategori rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, serta 23.188 unit rusak ringan yang tersebar di tujuh kabupaten terdampak di Pulau Flores.
Berdasarkan sebaran wilayah, Kabupaten Manggarai Timur menjadi daerah dengan dampak terparah, yakni 17.039 rumah rusak (6.713 berat, 4.496 sedang, 5.830 ringan). Disusul Manggarai Barat sebanyak 9.402 unit (3.334 berat, 1.438 sedang, 4.630 ringan), Ngada 8.129 unit (1.973 berat, 1.678 sedang, 4.478 ringan), dan Manggarai 7.045 unit (3.582 berat, 2.113 sedang, 1.350 ringan).
Sementara itu, kerusakan di Kabupaten Nagekeo mencapai 4.829 unit (1.702 berat, 560 sedang, 2.567 ringan), Kabupaten Ende 3.953 unit (763 berat, 870 sedang, 2.320 ringan), serta Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit (939 berat, 622 sedang, 2.013 ringan).

