Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Sempat Membaik Kabut Asap Pontianak Kembali Lagi Menyentuh Level Berbahaya Malam Ini

Hendrawan
Hendrawan
Selasa, 6 Oktober 2026 · 21:411 menit baca
Sempat Membaik Kabut Asap Pontianak Kembali Lagi Menyentuh Level Berbahaya Malam Ini
Sempat membaik, kabut asap akibat karhutla kembali kepung Pontianak hingga menyentuh level Berbahaya dengan indeks IQAir 887 pada Selasa, (6/10/2026) malam. (Dok. Nusantara Post)

Memasuki awal Oktober 2026, ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan kembali mengepung Kota Pontianak, Kalimantan Barat, pada Selasa (6/10/2026) malam. Setelah sempat membaik usai diguyur hujan beberapa hari terakhir, kualitas udara di ibu kota provinsi ini meroket tajam hingga menembus kategori terfatal atau ‘Berbahaya’.

Berdasarkan pemutakhiran data instrumen pemantau IQAir pada pukul 19.00 WIB, Indeks Kualitas Udara di Pontianak mencatatkan angka ekstrem sebesar 887. Parameter polutan utama didominasi oleh partikel debu halus mikroskopis Particulate Matter 2.5 yang menyentuh konsentrasi 519,5 µg/m³. Angka pencemaran ini melambung tinggi di tengah kondisi cuaca malam berawan dengan suhu 26 derajat Celcius, kelembapan udara 79 persen, serta tiupan angin lambat berkecepatan 5 km/jam.

Kembali pekatnya kabut asap di awal bulan ini membongkar fakta bahwa wilayah Kalimantan Barat belum sepenuhnya terbebas dari rantai kebakaran lahan. Guyuran hujan yang sempat membasahi kawasan permukiman dalam beberapa hari terakhir bukanlah penanda berakhirnya bencana ekologis, melainkan sekadar jeda sementara. Lemahnya hembusan angin malam berpadu tingginya kelembaban justru mengikat partikel beracun melayang rendah di ruang napas publik.

Angin Selatan Bawa Kiriman Asap Lintas Wilayah, Kualitas Udara Pontianak dan Kubu Raya Memburuk
Baca Juga

Angin Selatan Bawa Kiriman Asap Lintas Wilayah, Kualitas Udara Pontianak dan Kubu Raya Memburuk

Ancaman polusi udara di jam istirahat warga ini dirasakan langsung oleh masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan. Firman, salah seorang warga Pontianak, mengaku terkejut dengan perubahan kualitas udara yang memburuk drastis dalam hitungan jam.

“Beberapa hari lalu udara sempat terasa segar Hujan, tapi malam ini datang lagi. Asapnya sangat pekat,” ungkap Firman menggambarkan kondisi jalanan kota pada Selasa malam.

Pemerintah dan otoritas terkait mengimbau masyarakat untuk tidak terkecoh dengan penurunan suhu malam hari. Warga diimbau secara mutlak untuk mengurangi kegiatan di luar rumah serta wajib mengenakan masker respirator standar guna mencegah paparan langsung residu pembakaran yang berpotensi memicu infeksi saluran pernapasan akut.

(Hendrawan)