Sen, 08/06/26 · 09.03.45
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nasional

Gempa M 7,7 Sangihe Sulut Picu Tsunami Minor, Warga Pesisir Diminta Jauhi Pantai

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Senin, 8 Juni 2026 · 12:082 menit baca
Gempa M 7,7 Sangihe Sulut Picu Tsunami Minor, Warga Pesisir Diminta Jauhi Pantai
Gempa bumi M 7,7 di Sangihe, Sulut memicu tsunami minor hingga 0,19 meter. BNPB meminta warga pesisir menjauhi pantai akibat gempa susulan beruntun. (Dok. BMKG)

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Senin (8/6/2026) pukul 06.37 WIB. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan adanya deteksi kenaikan muka air laut atau tsunami minor di beberapa stasiun pemantau pantai pasca-guncangan utama tersebut.

Berdasarkan data Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi (Dit. Koordalops) BNPB hingga pukul 08.22 WIB, gelombang pertama terdeteksi di Loloda, Halmahera Barat pada pukul 07.20 WIB dengan ketinggian 0,09 meter.

Selanjutnya, gelombang juga tercatat di Ulusiau-Sitaro pada pukul 07.27 WIB setinggi 0,18 meter, serta di Melonguane, Kepulauan Talaud pada menit yang sama dengan ketinggian mencapai 0,19 meter.

Selain anomali muka air laut, aktivitas tektonik di sekitar struktur sesar utama terpantau masih sangat aktif. Sensor Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat serangkaian gempa susulan (aftershocks) bermagnitudo signifikan di atas 5,0.

Sungai Toribulu Meluap, Banjir Rendam Delapan Hektar Sawah di Parigi Moutong
Baca Juga

Sungai Toribulu Meluap, Banjir Rendam Delapan Hektar Sawah di Parigi Moutong

Rentetan gempa susulan tersebut diawali pukul 07.11 WIB dengan kekuatan Mag 5,9 di 241 km Barat Laut Pulau Karatung, diikuti Mag 5,7 pada pukul 07.18 WIB di 211 km Barat Laut Pulau Karatung. Eskalasi kembali meningkat pada pukul 07.55 WIB dengan kekuatan Mag 6,0 di 201 km Barat Laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, sebelum akhirnya tercatat gempa Mag 5,2 pada pukul 08.10 WIB di 172 km Barat Laut Tahuna.

Kepanikan Warga dan Imbauan Evakuasi

Laporan berkala Pusdalops BPBD mengonfirmasi guncangan dirasakan cukup kuat selama 3 hingga 4 detik di Kabupaten Kepulauan Sangihe hingga memicu kepanikan warga. Guncangan dengan intensitas sedang juga dirasakan warga Kabupaten Minahasa Utara selama 3 hingga 4 detik dan Kota Manado selama 2 hingga 3 detik. Sementara di Kabupaten Kepulauan Talaud, dampak guncangan dirasakan dengan intensitas lemah selama 2 hingga 3 detik.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menegaskan bahwa meski tinggi muka air laut yang terdeteksi sejauh ini masih kategori minor, masyarakat di wilayah pesisir bersetatus “Siaga” dan “Waspada” harus tetap meningkatkan kewaspadaan penuh. Wilayah tersebut meliputi pesisir Sulawesi Utara, Maluku Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, hingga Kalimantan Timur.

Antisipasi Karhutla, BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Jambi
Baca Juga

Antisipasi Karhutla, BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Jambi

 “Mengingat frekuensi gempa susulan bermagnitudo besar masih terus terjadi dalam rentang waktu yang berdekatan, warga diminta untuk tetap berada di titik lokasi yang aman, menjauhi area pantai serta struktur bangunan yang retak, dan selalu mematuhi instruksi serta pemutakhiran informasi resmi dari petugas BPBD setempat dan instansi terkait,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya.

Hingga saat ini, seluruh jajaran BPBD di wilayah terdampak dilaporkan masih bersiaga penuh dan terus melakukan monitoring intensif untuk mendata dampak kerusakan fisik pasca-gempa.

(Dayank Ana)