Rab, 15/07/26 · 08.59.17
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nasional

Gunakan Teknologi Interlock, BNPB Serahkan Huntap Pertama Pascabencana Sumatra

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Rabu, 15 Juli 2026 · 12:542 menit baca
Gunakan Teknologi Interlock, BNPB Serahkan Huntap Pertama Pascabencana Sumatra
SUtama BNPB Rustian serahkan kunci hunian tetap (huntap) pertama pascabencana Sumatra Barat menggunakan teknologi Sepablock ramah gempa. (Dok. BNPB)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) resmi memulai pendistribusian hunian tetap (huntap) perdana untuk fase rehabilitasi dan rekonstruksi korban bencana hidrometeorologi Siklon Senyar di wilayah Sumatra. Penyerahan kunci hunian tipe 36 ini difokuskan bagi warga terdampak kategori rusak berat yang memilih opsi relokasi mandiri (in situ).

Agenda serah terima fisik bangunan tersebut dipimpin oleh Sekretaris Utama BNPB Rustian kepada para penerima manfaat di wilayah Kota Padang, Kota Pariaman, dan Kabupaten Padang Panjang, Sumatra Barat, Jumat, (10/7/2026).

Penyerahan unit ini merupakan tindak lanjut dari peletakan batu pertama rumah contoh yang dimulai sejak akhir Maret 2026 sebagai basis evaluasi proyeksi hunian massal.

“Jangan sampai setelah dibangun Huntap tidak dihuni. Rumah ini sudah sangat layak, bahan aman, dan tahan hujan juga, jadi sangat aman. Sinergi antara Pemerintah Pusat, BNPB, Pemerintah Daerah, dan berbagai pihak terkait menjadi kunci implementasikan prinsip ‘Build-Back Safer and Better’ bagi masyarakat terdampak bencana,” kata Rustian melalui keterangan resminya, Selasa (14/7/2026).

BNPB Rampungkan Perbaikan 72 Huntara Terdampak Puting Beliung di Aceh Utara
Baca Juga

BNPB Rampungkan Perbaikan 72 Huntara Terdampak Puting Beliung di Aceh Utara

Skema Relokasi Mandiri dan Adopsi Material Ramah Gempa
Otoritas menetapkan dua skema pemulihan tempat tinggal, yakni huntap komunal yang mewajibkan penyediaan lahan terpadu oleh pemerintah daerah, serta huntap mandiri yang memanfaatkan tanah milik warga sendiri untuk mempercepat birokrasi konstruksi.

Pada klaster Sumatra Barat, BNPB bekerja sama dengan PT Semen Padang untuk menerapkan teknologi produk Sepablock (Semen Padang Bata Interlock) sebagai struktur utama bangunan dasar ramah gempa dan efisien waktu rakit.

Di Kota Pariaman, tercatat delapan unit huntap mandiri telah rampung dibangun, termasuk rumah milik Emridona, warga Desa Sintuak Naras yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana tanah longsor pada November 2025.

Anggaran Rumah Korban Siklon Senyar Diusulkan Naik Jadi Rp80 Juta per Unit
Baca Juga

Anggaran Rumah Korban Siklon Senyar Diusulkan Naik Jadi Rp80 Juta per Unit

“Syukur Alhamdulillah, sangat bahagia sekali melebihi segala-galanya. Sekarang kalau tidur sudah merasakan kenyamanan, gak merasa khawatir setiap malam,” ungkap Emridona.

Berdasarkan data rekapitulasi Pusdalops BNPB per Senin, 13 Juli 2026, total target pembangunan huntap mandiri di wilayah Sumatra Barat mencapai 695 unit. Sebaran unit meliputi Padang Pariaman sebanyak 457 unit, Tanah Datar 101 unit, Lima Puluh Kota 49 unit, Agam 29 unit, Pasaman Barat 28 unit, Pesisir Selatan 15 unit, Kota Pariaman 8 unit, serta Pasaman dan Padang Panjang masing-masing 4 unit.

Sementara itu, Pemerintah Kota Padang secara terpisah mengusulkan penambahan 22 unit bangunan baru. Wakil Walikota Padang Maigus Nasir yang mendampingi penyerahan di Kampung Tanjung, Kecamatan Kuranji, menyatakan harapannya agar BNPB segera merealisasikan usulan tambahan tersebut beserta fasilitas penunjang sumur bor bagi warga terdampak lainnya.

(Rudi)