Rab, 24/06/26 · 08.20.21
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nasional

BNPB Rampungkan Perbaikan 72 Huntara Terdampak Puting Beliung di Aceh Utara

Hendrawan
Hendrawan
Rabu, 24 Juni 2026 · 13:422 menit baca
BNPB Rampungkan Perbaikan 72 Huntara Terdampak Puting Beliung di Aceh Utara
BNPB merampungkan perbaikan 72 unit Huntara di Aceh Utara yang rusak akibat angin puting beliung. Kepala BNPB Suharyanto desak pemda ajukan data Huntap. (Dok. BNPB)

Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyelesaikan perbaikan menyeluruh terhadap puluhan unit Hunian Sementara (Huntara) yang mengalami kerusakan struktural akibat terjangan angin puting beliung di Kabupaten Aceh Utara. Seluruh hunian penyintas bencana hidrometeorologi tersebut kini dipastikan telah aman untuk kembali ditempati.

Kerusakan akomodasi darurat itu dipicu oleh cuaca ekstrem dampak Siklon Senyar yang melanda wilayah Kecamatan Langkahan pada Selasa (2/6/2026) lalu. Berdasarkan data rekapitulasi teknis di lapangan, total Huntara yang diperbaiki berjumlah 72 unit, dengan rincian 14 unit kategori rusak berat, 29 unit rusak sedang, dan 29 unit rusak ringan.

“Artinya, sekecil apa pun permasalahan di lapangan, kami dari pemerintah pusat melalui BNPB atas arahan Bapak Presiden selalu memonitor dan segera mengambil langkah perbaikan. Alhamdulillah, Huntara yang sebelumnya rusak diterjang angin puting beliung saat ini sudah diperbaiki seluruhnya dan masyarakat yang sempat mengungsi telah kembali ke hunian masing-masing,” ujar Kepala BNPB, Suharyanto, saat meninjau lokasi terdampak di Desa Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Selasa (23/6/2026).

Puluhan bangunan Huntara yang mendapat intervensi pemulihan fisik tersebut tersebar secara masif di enam wilayah administrasi desa, meliputi Desa Langkahan, Desa Rumoh Rayeuk, Desa Geudumbak, Desa Buket Linteung, Desa Alue Krak Kaye, dan Desa Lebok Pusaka.

Anggaran Rumah Korban Siklon Senyar Diusulkan Naik Jadi Rp80 Juta per Unit
Baca Juga

Anggaran Rumah Korban Siklon Senyar Diusulkan Naik Jadi Rp80 Juta per Unit

Akselerasi Transisi Menuju Hunian Tetap
Selain melakukan verifikasi terhadap ketahanan fisik bangunan pascarenovasi, otoritas penanggulangan bencana pusat mendorong pemerintah kabupaten setempat untuk mempercepat pemutakhiran data kependudukan penyintas. Langkah ini krusial guna mengawali fase transisi pemindahan warga dari akomodasi sementara menuju kompleks Hunian Tetap (Huntap).

Suharyanto menekankan pentingnya efisiensi birokrasi di tingkat daerah agar masyarakat terdampak bencana tidak menghabiskan waktu terlalu lama di dalam fasilitas penampungan sementara yang memiliki keterbatasan ruang gerak.

“Dan dalam kesempatan ini juga saya ingin menekankan kepada para pejabat daerah agar segera diajukan (data) dari pemerintah daerah, berapa pun dapatnya, kita segera bangun Huntap. Paling tidak di tahun 2026 ini sebagian sudah pindah ke hunian tetap, tidak semuanya tinggal di Huntara,” tegas Suharyanto.

BNPB Catat Serangkaian Bencana Alam di Sulteng, Jateng, dan Jatim
Baca Juga

BNPB Catat Serangkaian Bencana Alam di Sulteng, Jateng, dan Jatim

Di samping meninjau infrastruktur pemukiman, kunjungan kedinasan tersebut dibarengi dengan penyaluran paket logistik bantuan kebutuhan pokok (sembako) secara langsung guna menjamin ketersediaan pangan harian bagi para keluarga penyintas di lokasi hunian.

(Hendrawan)