Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyelesaikan perbaikan menyeluruh terhadap puluhan unit Hunian Sementara (Huntara) yang mengalami kerusakan struktural akibat terjangan angin puting beliung di Kabupaten Aceh Utara. Seluruh hunian penyintas bencana hidrometeorologi tersebut kini dipastikan telah aman untuk kembali ditempati.
Kerusakan akomodasi darurat itu dipicu oleh cuaca ekstrem dampak Siklon Senyar yang melanda wilayah Kecamatan Langkahan pada Selasa (2/6/2026) lalu. Berdasarkan data rekapitulasi teknis di lapangan, total Huntara yang diperbaiki berjumlah 72 unit, dengan rincian 14 unit kategori rusak berat, 29 unit rusak sedang, dan 29 unit rusak ringan.
“Artinya, sekecil apa pun permasalahan di lapangan, kami dari pemerintah pusat melalui BNPB atas arahan Bapak Presiden selalu memonitor dan segera mengambil langkah perbaikan. Alhamdulillah, Huntara yang sebelumnya rusak diterjang angin puting beliung saat ini sudah diperbaiki seluruhnya dan masyarakat yang sempat mengungsi telah kembali ke hunian masing-masing,” ujar Kepala BNPB, Suharyanto, saat meninjau lokasi terdampak di Desa Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Selasa (23/6/2026).
Puluhan bangunan Huntara yang mendapat intervensi pemulihan fisik tersebut tersebar secara masif di enam wilayah administrasi desa, meliputi Desa Langkahan, Desa Rumoh Rayeuk, Desa Geudumbak, Desa Buket Linteung, Desa Alue Krak Kaye, dan Desa Lebok Pusaka.

