Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menghadapi tantangan serius terkait ketimpangan sebaran fasilitas di wilayah timur Indonesia. Tanah Papua yang mencatatkan prevalensi angka stunting dan gizi buruk tertinggi di Indonesia justru hanya menampung sekitar satu persen dari total dapur pelayanan MBG yang beroperasi secara nasional.
Kondisi keprihatinan tersebut salah satunya terlihat di Kabupaten Mamberamo Raya. Berdasarkan data tahun 2025, daerah ini mencatatkan prevalensi stunting sebesar 22,65 persen dan angka malnutrisi balita mencapai 13,4 persen. Tingginya angka gizi buruk ini diperparah oleh keterbatasan fasilitas kesehatan dan sulitnya rute transportasi antarwilayah.
Situasi lapangan di Kampung Angreso menggambarkan betapa rentannya kondisi kesehatan anak-anak di pedalaman. Perawat puskesmas setempat, Grace, mengungkapkan bahwa kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), malaria, dan krisis asupan gizi masih mendominasi.
Salah satu dampaknya dialami Petra, anak berusia empat tahun yang mengalami kelumpuhan akibat mengalami gizi buruk sejak masih dalam kandungan.
