Jum, 12/06/26 · 03.39.06
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nasional

Kekeringan dan Karhutla Meluas di Jawa-Kalimantan, BNPB Imbau Langkah Mitigasi

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Kamis, 11 Juni 2026 · 21:242 menit baca
Kekeringan dan Karhutla Meluas di Jawa-Kalimantan, BNPB Imbau Langkah Mitigasi
Laporan kebencanaan BNPB mencatat perluasan dampak kemarau berupa krisis air bersih di Jawa serta karhutla di Berau, Kalimantan Timur. (Dok. BPBD Kabupaten Cilacap)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan peningkatan kejadian bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa wilayah Indonesia pada periode Rabu (10/6/2026) hingga Kamis (11/6/2026). Penurunan debit sumber air alami memaksa sejumlah daerah mulai melakukan distribusi air bersih skala besar.

Di Jawa Tengah, kekeringan melanda Desa Kedungbenda, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, yang berdampak pada 40 kepala keluarga. Sebagai penanganan awal, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah mendistribusikan 4.000 liter air bersih pada Rabu (10/6/2026).

Kondisi serupa terjadi di Jawa Barat. BPBD Kabupaten Bogor menyalurkan 5.000 liter air bersih untuk 127 kepala keluarga di Desa Gunung Sari, Kecamatan Citeureup, menyusul menyusutnya debit mata air. Sementara di Kabupaten Bekasi, ketiadaan hujan selama sebulan memicu krisis air bagi 30 kepala keluarga di Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru. BPBD Kabupaten Bekasi merespons dengan menyuplai 10.000 liter air bersih ke lokasi terdampak.

Selain kekeringan, bencana karhutla dilaporkan melanda wilayah Kalimantan Timur. Kebakaran menghanguskan satu hektare lahan di Desa Tumbit, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau. Dua regu pemadam dari BPBD Kabupaten Berau dikerahkan ke lokasi untuk melakukan lokalisasi api dan pendinginan guna mencegah perambatan.

Sungai Toribulu Meluap, Banjir Rendam Delapan Hektar Sawah di Parigi Moutong
Baca Juga

Sungai Toribulu Meluap, Banjir Rendam Delapan Hektar Sawah di Parigi Moutong

(Dok. BPBD Kabupaten Bogor)

Merespons perkembangan situasi ini, BNPB meminta pemerintah daerah dan masyarakat di kawasan rawan untuk segera mengaktifkan rencana kontinjensi serta melakukan penghematan air secara bijak.

“Masyarakat dapat membuat sumur resapan dan menyiapkan tandon air berkapasitas memadai sebagai cadangan air bersih. Selain itu, masyarakat juga dapat melakukan panen air hujan dengan menyiapkan drum atau wadah penampung yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari,” tulis BNPB dalam rilis resminya, Kamis (11/6/2026).

Untuk wilayah dengan kerawanan karhutla tinggi, BNPB menekankan pentingnya kesiapan personel pengawas di tingkat tapak agar kebakaran skala kecil bisa langsung diredam.

“Pemerintah daerah dan pihak terkait untuk menyiapkan personel serta peralatan yang memadai guna mendukung respons cepat apabila terjadi kebakaran skala kecil. Masyarakat juga diimbau untuk tidak membakar sampah di lahan kering serta tidak membuka lahan dengan cara membakar,” tutup BNPB.

(Dayank Ana)