Min, 23/08/26 · 07.46.17
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nasional

KRI dr. Soeharso Tiba di Manggarai Rawat Korban Gempa Flores NTT

Achmad Fatoni
Achmad Fatoni
Minggu, 23 Agustus 2026 · 13:111 menit baca
KRI dr. Soeharso Tiba di Manggarai Rawat Korban Gempa Flores NTT
Kapal rumah sakit KRI dr. Soeharso-990 tiba di Pelabuhan Reo Manggarai untuk layani operasi dan perawatan medis darurat korban gempa M 7,7 Flores NTT. (Dok. BNPB)

Kapal bantu rumah sakit milik TNI Angkatan Laut, KRI dr. Soeharso-990, bersandar di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, untuk menangani korban gempa bumi bermagnitudo 7,7, Jumat, (21/8/2026).

Kapal sepanjang 122 meter yang berlayar langsung dari Surabaya tersebut dikerahkan guna memulihkan lumpuhnya layanan medis darurat akibat rusaknya sejumlah fasilitas kesehatan darat di Pulau Flores.

Fasilitas medis di dalam kapal dilengkapi ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang intensif, kamar operasi, poliklinik, apotek, serta laboratorium. Dua bangsal perawatan berkapasitas masing-masing 20 tempat tidur turut disediakan dengan pemisahan area antara pasien laki-laki dan perempuan.

Gempa Flores NTT Rusak 53.971 Rumah, Manggarai Timur Paling Terdampak
Baca Juga

Gempa Flores NTT Rusak 53.971 Rumah, Manggarai Timur Paling Terdampak

Dukungan evakuasi udara dari daerah terisolasi ditopang melalui ketersediaan geladak helipad di atas kapal.

Operasional medis 24 jam ditangani oleh tim dokter gabungan dari TNI AL dan Kementerian Kesehatan dengan cakupan layanan gratis, mulai dari penanganan luka robek, bedah ortopedi (patah tulang), hingga perawatan intensif kegawatdaruratan.

Tercatat sebanyak 21 pasien telah mendapatkan penanganan medis di atas kapal hingga Sabtu, (22/8/2026), meliputi tindakan operasi bedah, rawat jalan, serta 3 pasien yang menjalani rawat inap lanjutan.

Salurkan 777 Ton Logistik ke NTT, Lanud Halim Siagakan 4 Pesawat TNI AU
Baca Juga

Salurkan 777 Ton Logistik ke NTT, Lanud Halim Siagakan 4 Pesawat TNI AU

Kehadiran rumah sakit terapung tersebut dipaparkan oleh Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, sebagai langkah percepatan pemenuhan hak layanan kesehatan bagi warga terdampak gempa di pelosok NTT.

(Tony)