Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Nasional

Krisis Air Hambat Pemadaman Kebakaran Lahan di Sematang Borang Palembang

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Kamis, 17 September 2026 · 13:503 menit baca
Krisis Air Hambat Pemadaman Kebakaran Lahan di Sematang Borang Palembang
Kebakaran lahan hanguskan empat titik di Sematang Borang Palembang; BPBD kerahkan 75 personel dan hadapi kendala krisis pasokan air akibat musim kering. (Dok. BNPB)

Keterbatasan pasokan air baku di tengah musim kekeringan menghambat upaya tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran dalam memadamkan rangkaian kebakaran lahan di kawasan Sematang Borang dan Sako, Rabu, (16/9/2026).

Insiden kebakaran melanda sedikitnya empat titik berbeda sejak siang hingga malam hari, bermula dari lahan semak di Jalan Takwa belakang Lapas Kelas I Palembang hingga merembet ke area dekat permukiman Perumahan Taman Asri serta belakang TPU Sematang Borang. Sebaran lokasi pemadaman yang harus ditangani secara maraton diuraikan oleh Kasie Kedaruratan BPBD Kota Palembang, Muhammad Aryansah.

“Saat ini kita sedang berada di titik api yang keempat di Kecamatan Sematang Borang ini,” ujar Aryansah saat ditemui di lokasi, Rabu, (16/9/2026).

"Kebakaran lahan hanguskan empat titik di Sematang Borang Palembang; BPBD kerahkan 75 personel dan hadapi kendala krisis pasokan air akibat musim kering."
Kebakaran lahan hanguskan empat titik di Sematang Borang Palembang; BPBD kerahkan 75 personel dan hadapi kendala krisis pasokan air akibat musim kering. (Dok. BNPB)

Rekapitulasi Bencana BNPB: Karhutla Dominasi Wilayah Jawa dan Sulawesi
Baca Juga

Rekapitulasi Bencana BNPB: Karhutla Dominasi Wilayah Jawa dan Sulawesi

Laporan kebakaran pertama kali diterima petugas sekitar pukul 14.15 WIB, yang langsung direspons dengan pengerahan armada taktis ke lokasi awal. Mobilisasi armada dan durasi operasi pemadaman pertama dipaparkan dalam keterangannya.

“Di lokasi pertama kita menurunkan dua unit mobil Damkar dan dua unit mobil BPBD untuk pemadaman, durasi pemadaman sekitar 2 jam setengah,” katanya.

Setelah api di lokasi pertama berhasil dikendalikan, titik api baru justru bermunculan di titik kedua pada ruas jalan yang sama dan meluas ke kawasan permukiman warga. Kronologi perambatan titik kebakaran susulan dijelaskan lebih lanjut dalam keterangannya.

“Setelah itu hidup api lagi di titik kedua di seputaran Jalan Takwa, tetap di lokasi yang sama tapi agak sedikit maju ke dalam. Jadi, lokasi kedua dan lokasi ketiga ini di Jalan Perumahan Taman Puri, itu tepatnya di belakang TPU Sematang Borang,” tutur Aryansah.

Karhutla Landa Tiga Wilayah, Satu Petugas Pemadam Gugur di Pinrang
Baca Juga

Karhutla Landa Tiga Wilayah, Satu Petugas Pemadam Gugur di Pinrang

Luas hamparan lahan yang terbakar pada titik pertama diperkirakan melampaui satu hektare, sementara kalkulasi luasan hangus pada titik keempat masih dalam proses pendataan tim reaksi cepat di lapangan. Proses pemadaman menghadapi kendala serius berupa minimnya sumber air di sekitar lokasi kejadian akibat dampak kekeringan yang melanda kawasan tersebut. Kondisi defisit air pemadam di lokasi bencana diuraikan dalam pemaparannya.

“Kalau kendalanya, kita sekarang mengalami kendala yaitu air. Karena memang situasi di seputaran Kota Palembang ini sedang kekeringan. Apalagi ini termasuk kecamatan yang kekeringan, masuk data di kami itu wilayah kekeringan,” jelasnya.

Mengenai pemicu kebakaran berantai di lahan terbuka tersebut, otoritas penanggulangan bencana mendeteksi adanya indikasi kesengajaan dari aktivitas manusia. Dugaan awal motif kemunculan titik api dipaparkan dalam penjelasannya.

“Saat ini faktor api belum bisa kita simpulkan. Kurang lebih ini sepertinya memang ada kesengajaan dibakar. Karena api tidak mungkin muncul tiba-tiba,” katanya.

Operasi pemadaman dan penyisiran bara bawah tanah melibatkan sekitar 75 personel gabungan yang terdiri atas 15 petugas BPBD dan dua regu pemadam kebakaran dari sejumlah posko sektor. Kekuatan regu lapangan yang disiagakan di lokasi diterangkan dalam keterangannya.

Titik Api Sulit Dijangkau, Pemprov Kalbar Siapkan Helikopter Pengebom Air ke TN Gunung Palung
Baca Juga

Titik Api Sulit Dijangkau, Pemprov Kalbar Siapkan Helikopter Pengebom Air ke TN Gunung Palung

“Jumlah personil kami yang terlibat dari BPBD sendiri itu ada sekitar 2 tim yang turun. Berarti 15 orang kemudian Damkar 2 regu, itu sekitar 75 personil yang kita turunkan,” ujar Aryansah.

Masyarakat diimbau menghentikan kebiasaan membersihkan pekarangan atau memusnahkan sampah dengan cara membakar di lahan terbuka yang rentan menyulut kobaran besar. Larangan pembakaran terbuka bagi warga kota ditekankan secara terbuka dalam keterangannya.

“Himbauan kami kepada warga, khususnya warga Palembang ya. Untuk tidak membakar sampah atau kami menghimbau RT setempat. Teman-teman, warga masyarakat untuk lebih aktif lagi lah. Peduli lagi terhadap lingkungan,” tuturnya.

Tindakan preventif berupa teguran langsung antarwarga dinilai krusial guna menghentikan potensi kebakaran sejak dini di lingkungan permukiman. Ketegasan sikap pengawasan lingkungan di tingkat rukun tetangga ditegaskan kembali sebagai penutup keterangannya.

“Tegur ada warganya yang coba-coba membakar sampah di wilayah lahan terbuka seperti ini,” tegasnya.

(Rudi)