Musyawarah Nasional (Munas) Forum Komunikasi Mahasiswa Politeknik Indonesia (FKMPI) di Politeknik Negeri Medan resmi merombak struktur pimpinan tertinggi organisasi dengan mengubah nomenklatur Sekretaris Jenderal (Sekjend) menjadi Koordinator Pusat (Korpus). Keputusan strategis ini menandai berakhirnya era Sekjend yang ditutup oleh Muhammad Iqbal dari Politeknik Negeri Pontianak, sekaligus menetapkan Farhan Defra Jaya Kusuma asal Politeknik Negeri Padang sebagai Korpus pertama periode 2026/2027.
Perubahan struktur tersebut bukan sebatas penyegaran istilah administratif, melainkan wujud manuver FKMPI untuk menata ulang arah pergerakan agar lebih adaptif terhadap isu-isu strategis mahasiswa vokasi di tingkat daerah maupun nasional. Selain perombakan nomenklatur, Munas ini menjadi arena konsolidasi krusial yang mengkaji ulang Anggaran Dasar (AD), Anggaran Rumah Tangga (ART), hingga Garis Besar Haluan Kerja (GBHK).
Muhammad Iqbal, yang resmi meletakkan jabatannya sebagai Sekjend abadi dan terakhir, menyoroti bahwa transisi kepemimpinan ini merupakan momentum historis bagi arah gerak organisasi ke depan.
“Saya menjadi Sekretaris Jenderal terakhir FKMPI, sementara saudara Farhan menjadi Koordinator Pusat pertama. Ini bukan sekadar pergantian nama jabatan, tetapi menjadi penanda dimulainya babak baru dalam perjalanan organisasi,” tegas Iqbaal saat prosesi serah terima estafet kepemimpinan.

