Jum, 21/08/26 · 13.01.26
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Breaking News

Karhutla Meluas di Sejumlah Daerah, BNPB Perkuat Satgas Udara di 6 Provinsi Prioritas

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Jumat, 21 Agustus 2026 · 17:342 menit baca
Karhutla Meluas di Sejumlah Daerah, BNPB Perkuat Satgas Udara di 6 Provinsi Prioritas
Pantauan udara (drone view) memperlihatkan sebaran asap putih akibat kebakaran hutan dan lahan. (Dok. BNPB)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan rangkaian kejadian bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda berbagai wilayah di Indonesia pada periode 20 hingga 21 Agustus 2026.

Di tengah ancaman musim kemarau ini, pemerintah menetapkan penanganan karhutla di enam provinsi sebagai fokus prioritas.

Laporan karhutla pertama tercatat di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (20/8) yang menghanguskan lahan seluas 3,8 hektare di Kecamatan Manggar dan Renggiang.

BPBD setempat bergerak cepat mengerahkan personel dan mesin pompa gendong sehingga api berhasil dipadamkan di hari yang sama tanpa korban jiwa.

Dilema Penanggulangan Karhutla: Fenomena El Nino Godzilla di Tengah Tekanan Fiskal Daerah
Baca Juga

Dilema Penanggulangan Karhutla: Fenomena El Nino Godzilla di Tengah Tekanan Fiskal Daerah

Lanskap pepohonan di kawasan hutan yang diselimuti oleh kabut asap tipis akibat karhutla.

Sementara itu, beberapa wilayah di Provinsi Jawa Timur juga dilanda karhutla berskala lebih besar:

  • Kabupaten Bondowoso, karhutla menghanguskan 20 hektare hutan di Petak 102 Aren, Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, sebelum akhirnya berhasil dipadamkan pada Kamis (20/8) malam.
  • Kabupaten Blitar, lahan kering seluas 3 hektare di Desa Kaulon, Kecamatan Sutojayan, terbakar dan berhasil dipadamkan oleh BPBD bersama unsur terkait.
  • Kabupaten Magetan, kebakaran melanda hutan rakyat seluas 8 hektare di wilayah Kecamatan Parang dan Kawedanan.

Provinsi Jawa Timur sendiri sebelumnya telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan serta Karhutla melalui Keputusan Gubernur yang berlaku sejak 16 Mei hingga 6 Oktober 2026.

Karhutla masif juga terpantau di Pulau Kalimantan. Di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, karhutla menghanguskan lahan seluas 25,29 hektare di kawasan taman konservasi.

TNI AU dan Pemprov DKI Salurkan Logistik Darurat untuk Penyintas Gempa NTT
Baca Juga

TNI AU dan Pemprov DKI Salurkan Logistik Darurat untuk Penyintas Gempa NTT

Sementara di Kabupaten Kutai Kartanegara, total luas lahan terbakar mencapai 49,55 hektare yang tersebar di beberapa kecamatan, dengan titik api terbanyak berada di Kelurahan Pendingin seluas 42 hektare yang masih terpantau melalui drone.

Mengingat eskalasi tersebut, BNPB memperkuat penanganan karhutla melalui satgas udara di enam provinsi prioritas, yang meliputi:

  • Riau: Pengerahan 1 helikopter patroli, 1 helikopter Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), dan 5 helikopter water bombing.
  • Jambi: Pengerahan 1 helikopter patroli, 1 helikopter OMC, dan 2 helikopter water bombing.
  • Sumatra Selatan: Pengerahan 1 helikopter patroli, 1 helikopter OMC, dan 7 helikopter water bombing.
  • Kalimantan Selatan: Pengerahan 1 helikopter patroli, 1 helikopter OMC, dan 3 helikopter water bombing.
  • Kalimantan Tengah: Pengerahan 1 helikopter patroli, 1 helikopter OMC, dan 4 helikopter water bombing.
  • Kalimantan Barat: Pengerahan 2 helikopter patroli, 1 helikopter OMC, dan 5 helikopter water bombing.

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) ini terus digenjot melalui kolaborasi bersama BMKG guna memantau potensi pertumbuhan awan hujan. Melalui langkah-langkah mitigasi darat dan udara ini, BNPB mengimbau pemerintah daerah serta masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas pembakaran di lahan rawan.

“BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi selama musim kemarau, khususnya karhutla,” ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Ph.D.

(Rudi)