Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Nasional

Penertiban Bendera Bulan Bintang di Pidie Berakhir Ricuh, Satu Warga Meninggal dan Belasan Luka-Luka

Roska Putra
Roska Putra
Kamis, 5 November 2026 · 13:121 menit baca
Penertiban Bendera Bulan Bintang di Pidie Berakhir Ricuh, Satu Warga Meninggal dan Belasan Luka-Luka
Truk angkutan militer TNI bersiaga di dekat area jembatan di tengah mobilitas warga di Kabupaten Pidie. (Dok. Ist)

Penertiban pengibaran Bendera Bulan Bintang dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Meunasah Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, berakhir ricuh pada Rabu (4/11/2026).

nsiden tersebut mengakibatkan satu warga meninggal dunia dan belasan lainnya mengalami luka-luka.

Berdasarkan keterangan resmi Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Dispenad), upaya penertiban diawali dengan langkah komunikasi persuasif agar panitia tidak mengibarkan bendera tersebut.

Namun, karena kesepakatan tidak tercapai dan bendera tetap dikibarkan, penertiban tetap dilaksanakan.

Menko PMK Sugiono Sebut Dugaan Penyadapan Prabowo Oleh Listyo Sigit Berpotensi Mengarah Makar
Baca Juga

Menko PMK Sugiono Sebut Dugaan Penyadapan Prabowo Oleh Listyo Sigit Berpotensi Mengarah Makar

Di lokasi kejadian, situasi memanas hingga terjadi aksi pelemparan batu ke arah petugas.

TNI menyatakan personel di lapangan mengeluarkan tembakan peringatan munisi hampa hingga munisi karet untuk membubarkan massa setelah menganggap keselamatan personel terancam.

“Penertiban tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan wilayah serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tulis rilis Dispenad, Kamis (5/11/2026).

Akibat peristiwa tersebut, seorang warga bernama Abzalul Riza dilaporkan meninggal dunia dan telah dimakamkan pada Kamis dini hari.

Gagal Pulangkan 95 Orang, Kemenhaj Blokir Akses Sistem Penyelenggara Umrah PT Assyifa Berkah Mandiri
Baca Juga

Gagal Pulangkan 95 Orang, Kemenhaj Blokir Akses Sistem Penyelenggara Umrah PT Assyifa Berkah Mandiri

Selain itu, sebanyak 13 warga sipil dan 6 personel TNI mengalami luka-luka.

Di antara korban luka dari pihak warga, terdapat seorang anak berusia 10 tahun berinisial MR yang harus menjalani perawatan intensif di UGD RSU Tgk. Abdullah Syafii Bereunuen akibat mengalami sesak napas saat berada di lokasi kejadian bersama ibunya.

Seorang anak berinisial MR (10) mendapat perawatan medis di rumah sakit setelah menjadi korban luka dalam kericuhan di Desa Pulo Keunari. (Dok. Ist)
Seorang anak berinisial MR (10) mendapat perawatan medis di rumah sakit setelah menjadi korban luka dalam kericuhan di Desa Pulo Keunari. (Dok. Ist)

Pihak TNI AD menyampaikan keprihatinan serta belasungkawa atas timbulnya korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Hingga Kamis pagi, situasi keamanan di Desa Pulo Keunari dilaporkan mulai kondusif di bawah pemantauan ketat aparat gabungan.

(Roska)