Min, 07/06/26 · 09.20.16
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nasional

Regulasi U-23 Dihapus, Borneo FC Desak Adanya Kompetisi Tambahan untuk Pemain Muda

Hendrawan
Hendrawan
Minggu, 7 Juni 2026 · 13:411 menit baca
Regulasi U-23 Dihapus, Borneo FC Desak Adanya Kompetisi Tambahan untuk Pemain Muda
Manajer Borneo FC Dandri Dauri mengkhawatirkan menit bermain pemain muda yang berkurang usai I.League menghapus regulasi U-23 di Super League. (Dok. Borneo FC)

Manajer Borneo FC Samarinda, Dandri Dauri, mengharapkan agar para pemain muda tetap mendapat ruang berkompetisi setelah adanya kebijakan penghapusan regulasi pemain U-23 di Super League musim mendatang. Kebijakan operator liga profesional Indonesia, I.League, yang menghapus aturan wajib memainkan pemain U-23 tersebut dinilai akan berdampak pada berkurangnya menit bermain para pesepak bola muda di Tanah Air.

“Ke depan, ketika regulasi pemain U-23 dihapus maka saya berharap tetap ada ruang pemain-pemain muda berkompetisi,” kata Dandri Dauri kepada awak media seusai acara pengundian ASEAN Club Championship 2026/2027 di Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Menurut Dauri, perlu ada kompetisi domestik lain yang dihadirkan sebagai ruang alternatif bagi para pemain muda untuk berkembang, salah satunya seperti menghidupkan kembali turnamen Piala Indonesia. Dengan adanya ruang tambahan tersebut, klub-klub dapat membagi komposisi skuad dengan baik ketika harus menghadapi beberapa kompetisi sekaligus.

“Apa pun nama (kompetisi)-nya, saya berpikir itu lah ruang untuk pemain-pemain muda. Karena tidak mudah menjaga kekuatan tim agar tetap stabil,” ujar Dauri.

Pesta Gol 3-0 Hancurkan Kutukan 38 Tahun, John Herdman Pilih Jaga Stabilitas Skuad Garuda
Baca Juga

Pesta Gol 3-0 Hancurkan Kutukan 38 Tahun, John Herdman Pilih Jaga Stabilitas Skuad Garuda

Prioritas Liga Domestik

Lebih lanjut, Dauri menjelaskan bahwa Borneo FC yang menyandang status runner-up Super League 2025/2026 akan tetap meletakkan fokus utama mereka pada persaingan liga domestik karena menggunakan sistem promosi dan degradasi.

Meski turnamen luar negeri seperti ASEAN Club Championship maupun AFC Champions League tetap menjadi bagian dari fokus tim, kompetisi reguler di dalam negeri tidak boleh dikorbankan. Manajemen klub saat ini juga sedang mematangkan persiapan skuad, termasuk mengevaluasi kemungkinan perombakan komposisi pemain untuk musim depan.

“Apa yang terjadi kalau kita sukses di turnamen (di luar negeri) tetapi terdegradasi di negeri sendiri, kan lucu,” pungkasnya.

(Hendrawan)