Bank Indonesia resmi menetapkan kurs jual dolar Amerika Serikat (AS) menembus angka Rp 18.129 per dolar AS pada perdagangan Senin (8/6/2026). Lonjakan ini mempertegas posisi nilai tukar rupiah yang kian terpuruk di zona merah pada pembukaan awal pekan.
Melansir data dari laman resmi Kurs Transaksi Bank Indonesia, bank sentral menetapkan kurs beli di level Rp17.948,81 per dolar AS, sementara kurs jual dipatok pada Rp18.129,19 per dolar AS. Depresiasi tajam di tingkat otoritas moneter ini sejalan dengan dinamika pasar spot yang direkam Refinitiv, di mana mata uang Garuda langsung tumbang menembus level psikologis baru Rp18.100 per dolar AS sesaat setelah pasar dibuka.
Tekanan hebat terhadap rupiah juga terkonfirmasi oleh data historis Wise. Papan perdagangan mata uang tersebut mencatat nilai tukar dolar AS terhadap rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp 18.176,3, atau mencerminkan lonjakan sebesar 0,480 persen sejak penutupan hari sebelumnya.
Secara tren mingguan, posisi rupiah saat ini menjadi yang terlemah dalam tujuh hari terakhir. Data menunjukkan mata uang jagoan Negeri Paman Sam tersebut telah menguat 2,017 persen dibanding sepekan lalu.
