Kam, 23/07/26 · 14.17.16
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Pemkot Pontianak Gandeng Swasta Bantu Anak Penyintas Kanker dan Jantung

Memei
Memei
Kamis, 23 Juli 2026 · 19:472 menit baca
Pemkot Pontianak Gandeng Swasta Bantu Anak Penyintas Kanker dan Jantung
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan arahan terkait pentingnya kolaborasi swasta dalam membantu penanganan medis anak penyintas kanker dan jantung bawaan di Pontianak, Kamis (23/7/2026). (Dok. HO/TNP)

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengajak pihak swasta dan dunia usaha untuk berkolaborasi dalam membantu anak-anak penyintas kanker, thalasemia, dan penyakit jantung bawaan. Dukungan bersama ini dinilai krusial untuk meringankan beban finansial keluarga yang menjalani proses pengobatan jangka panjang.

Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak sendiri selama ini telah mengalokasikan bantuan sosial bagi warga tidak mampu, termasuk jaminan kesehatan melalui BPJS serta bantuan biaya perjalanan medis untuk rujukan ke luar daerah.

“Selama ini Pemkot Pontianak sudah menganggarkan, selain BPJS, bantuan sosial untuk warga yang memerlukan bantuan setelah menjalankan pengobatan, termasuk ongkos perjalanan ke Jakarta bagi warga tidak mampu,” ujar Edi dalam peringatan Hari Anak Nasional di Aula PMI Kota Pontianak, Kamis (23/7/2026).

Edi menilai penanganan kasus kesehatan anak tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Ia mendorong perusahaan, komunitas, dan pelaku usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk turut mengambil bagian.

Ribuan Warga Pontianak Padati Jalan Rahadi Oesman Nobar Final Piala Dunia 2026
Baca Juga

Ribuan Warga Pontianak Padati Jalan Rahadi Oesman Nobar Final Piala Dunia 2026

“Kita mengajak CSR dan dunia usaha juga ikut membantu. Karena dengan kolaborasi, kita bisa meringankan beban dari anak-anak ini,” kata Edi yang juga menjabat sebagai Ketua PMI Kota Pontianak.

Ia juga mengapresiasi relawan dan komunitas seperti Sedaya Indonesia yang aktif mendampingi keluarga pasien, terutama mereka yang harus menjalani rujukan medis ke Jakarta.

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RSUD Soedarso Pontianak, dr. Anindia Wardhani, menjelaskan bahwa saat ini penanganan penyakit jantung bawaan sederhana sudah dapat dilakukan di RSUD Soedarso, termasuk tindakan deteksi dini dan pemasangan alat. Namun, untuk tindakan medis kompleks seperti operasi bedah jantung anak, pasien masih harus dirujuk ke Jakarta.

“Karena masih ada keterbatasan, kita belum bisa sampai operasi. Beberapa pasien masih kami kirim ke Jakarta untuk penanganan lebih lanjut,” ungkap dr. Anindia.

Data Pemkot: 72 Persen Pelaku UMKM di Pontianak Didominasi Perempuan
Baca Juga

Data Pemkot: 72 Persen Pelaku UMKM di Pontianak Didominasi Perempuan

Ia menambahkan, dalam satu pekan pihaknya bisa merujuk 5 hingga 6 pasien ke RS Jantung Harapan Kita Jakarta. Saat ini, tercatat ada 29 pasien asal Kalimantan Barat yang sedang berada di Jakarta untuk menunggu jadwal operasi maupun pengobatan lanjutan.

(Memei)