Sel, 21/07/26 · 02.43.49
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Ribuan Warga Pontianak Padati Jalan Rahadi Oesman Nobar Final Piala Dunia 2026

Tony
Tony
Senin, 20 Juli 2026 · 10:122 menit baca
Ribuan Warga Pontianak Padati Jalan Rahadi Oesman Nobar Final Piala Dunia 2026
Ribuan warga memadati depan Kantor Wali Kota Pontianak di Jalan Rahadi Oesman untuk nobar Final Piala Dunia 2026. Spanyol keluar sebagai juara dunia. (Dok. Prokopim Pontianak)

Ribuan warga memadati kawasan Jalan Rahadi Oesman, tepat di depan Kantor Wali Kota Pontianak, pada Senin, (20/7/2026) dini hari WIB. Mobilisasi massa paruh malam tersebut terjadi untuk mengikuti nonton bareng (nobar) laga pamungkas Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol dan Argentina.

Atmosfer di area terbuka tersebut mencapai puncaknya setelah penyerang Spanyol, Ferran Torres, melesakkan gol penentu kemenangan pada babak perpanjangan waktu. Hasil skor tipis 1-0 hingga peluit panjang ditiupkan memastikan La Roja keluar sebagai juara dunia baru, sekaligus memicu selebrasi massal di pusat kota.

Evaluasi Teknis Jalannya Laga Pamungkas
Pertandingan yang berlangsung ketat hingga babak tambahan tersebut dinilai menyajikan intensitas taktis yang tinggi. Ketegangan konstan di atas lapangan hijau New York New Jersey Stadium berlanjut hingga menit-menit akhir babak perpanjangan waktu.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, yang turut membaur di tengah kerumunan massa suporter, memberikan catatannya mengenai kualitas permainan kedua tim nasional di laga final tersebut.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Gol Ferran Torres Bungkam Argentina Di Babak Tambahan
Baca Juga

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Gol Ferran Torres Bungkam Argentina Di Babak Tambahan

“Final Piala Dunia tahun 2026 ini menurut saya partai final yang terbaik. Sampai menit terakhir, sampai perpanjangan waktu, masih menegangkan. Permainan Spanyol aktif, sportif, dan tidak kasar. Antusiasme masyarakat Kota Pontianak luar biasa. Ribuan masyarakat yang nonton pada malam hari ini,” ujar Edi Rusdi Kamtono usai laga.

Ia menambahkan bahwa tingginya partisipasi publik lokal menegaskan basis penggemar sepak bola internasional di tingkat daerah tetap masif, meskipun turnamen diselenggarakan di benua yang berbeda.

“Walaupun kejuaraan ini jauh di Amerika, di Indonesia, khususnya Kota Pontianak, banyak penggemar sepak bola yang menantikan pertandingan ini. Kalau kita lihat di tempat-tempat nonton bareng, memang didominasi anak-anak muda. Mereka punya idola-idola yang bermain,” katanya menjelaskan segmentasi penonton.

Warga Pontianak Padati Nobar Piala Dunia 2026 di Kantor Gubernur Kalbar
Baca Juga

Warga Pontianak Padati Nobar Piala Dunia 2026 di Kantor Gubernur Kalbar

Dimensi Interaksi Sosial di Ruang Terbuka
Bagi masyarakat lokal, pemanfaatan ruang publik sebagai lokasi nonton bareng menjadi alternatif hiburan komunal yang memicu pergerakan warga lintas wilayah administratif di Kota Pontianak.

Seorang warga dari kawasan Sungai Jawi, Wandi, menjelaskan bahwa dirinya sengaja datang lebih awal demi mengantisipasi kepadatan arus massa di depan kantor pemerintahan.

“Kalau nonton ramai-ramai begini rasanya beda. Semua ikut tegang, ikut teriak, dan ikut senang waktu Spanyol juara,” kata Wandi mengenai perbandingan atmosfer menonton bersama dengan di rumah.

Sentimen serupa dikemukakan oleh Reza, warga asal Pontianak Utara. Pemanfaatan momentum pertandingan olahraga berskala global ini dinilai efektif menjadi ruang temu informal antar-kelompok masyarakat.

“Ini nonton sama teman-teman kuliah dulu. Jadi silaturahmi juga. Apalagi finalnya seru sampai akhir,” ujar Reza.

Kemenangan dramatis Spanyol atas juara bertahan Argentina tersebut tidak hanya menyudahi turnamen sepak bola terakbar di dunia, tetapi juga menutup rangkaian aktivitas berkumpulnya ribuan massa di area publik Jalan Rahadi Oesman sebelum membubarkan diri secara tertib.

(Tony)