Kam, 02/07/26 · 06.15.57
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nasional

Sosialisasi RANHAM di Pontianak, Generasi Muda Diajak Kenali dan Hormati Hak Sesama

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Kamis, 2 Juli 2026 · 11:361 menit baca
Sosialisasi RANHAM di Pontianak, Generasi Muda Diajak Kenali dan Hormati Hak Sesama
Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan SDM Sekretariat Daerah Kota Pontianak, Rusdalita membuka Sosialisasi Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia. (Dok. HO/TNP)

Pemerintah Kota Pontianak menggelar Sosialisasi Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia di Ruang Rapat Wali Kota Pontianak, Kamis (2/7/2026). Kegiatan ini menyasar generasi muda sebagai kelompok strategis dalam memperkuat kesadaran dan penerapan nilai-nilai HAM dalam kehidupan sehari-hari.

Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Sumber Daya Manusia Kota Pontianak, Rusdalita, menegaskan bahwa pemahaman terhadap HAM bukan sekadar pengetahuan teoretis, melainkan harus diwujudkan dalam perilaku nyata.

“Dalam konteks pembangunan daerah, penghormatan terhadap HAM menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan kehidupan yang adil, damai, dan beradab,” ujarnya.

Rusdalita menjelaskan bahwa RANHAM kini diperkuat melalui sembilan pilar utama: hak sipil dan politik, hak ekonomi sosial dan budaya, antipenyiksaan, antidiskriminasi, hak anak, hak disabilitas, hak perempuan, hak migran, serta hak pemerintahan dan pelayanan umum.

Otorita IKN dan Kementerian HAM Jajaki Konsep Human Rights City di Sepaku
Baca Juga

Otorita IKN dan Kementerian HAM Jajaki Konsep Human Rights City di Sepaku

“Implementasi RANHAM menjadi instrumen strategis untuk memastikan setiap kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan senantiasa berperspektif pada penghormatan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial,” jelasnya.

Rusdalita menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, mulai dari intoleransi, radikalisme, diskriminasi, kekerasan, perundungan, hingga penyalahgunaan media digital yang dapat memicu pelanggaran HAM.

“Kesadaran HAM harus hadir dalam perilaku sehari-hari. Kepedulian terhadap sesama, keberanian menyuarakan kebenaran, menolak perundungan, dan bijak bermedia sosial adalah bagian dari fondasi penegakan nilai kemanusiaan,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa penegakan HAM bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, dan generasi muda menjadi kunci mewujudkan masyarakat yang bermartabat.

Mengenal Kuskus Bintik, Satwa Berkantung Pemalu di Hutan Papua
Baca Juga

Mengenal Kuskus Bintik, Satwa Berkantung Pemalu di Hutan Papua

“Kehidupan yang damai, adil, dan harmonis hanya dapat terwujud apabila kita saling menghargai perbedaan dan menjunjung tinggi martabat setiap manusia,” pungkasnya.

(Rudi)