Sab, 06/06/26 · 06.41.33
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nusantara

Hari Lingkungan Hidup, Otorita IKN dan Mitra Tanam 1.153 Pohon di KIPP

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Sabtu, 6 Juni 2026 · 12:001 menit baca
Hari Lingkungan Hidup, Otorita IKN dan Mitra Tanam 1.153 Pohon di KIPP
Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026, Otorita IKN bersama BI hingga Perbanas menanam 1.153 pohon di KIPP Nusantara sebagai bagian dari Aksi Iklim. (Dok. Humas OIKN)

Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama sejumlah mitra perbankan dan dunia usaha menanam 1.153 pohon di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Jumat (5/6/2026). Penghijauan yang dipusatkan di Ruang Terbuka Hijau Embung H ini digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengangkat tema “Aksi Iklim”.

Aksi penanaman kolektif ini melibatkan Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas), Artha Graha, Bank Indonesia, Electronic City, Nusantara Park, serta jajaran internal Otorita IKN. Jenis pohon yang ditanam meliputi tanaman kayu-kayuan seperti balangeran, meranti, kapur, kapuk, ketapang laut, trembesi, hingga tanaman buah dan kemiri.

Penanaman Rutin Dua Mingguan

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa aktivitas penghijauan di ibu kota baru ini tidak lagi sekadar menjadi kegiatan seremonial tahunan. Langkah mitigasi dampak perubahan iklim global tersebut kini telah diintegrasikan menjadi agenda rutin berkala.

“Ini lifestyle kami. Setiap dua minggu sekali kami menanam. Saat ini sudah lebih dari 16 hektare area yang kami tanami sejak tahun 2024. Kita teruskan budaya kita untuk menanam ini,” ujar Basuki Hadimuljono di Nusantara.

Cegah Proyek Mangkrak dan Beban APBN, Fraksi PDIP Desak Pejabat Negara Segera Huni IKN
Baca Juga

Cegah Proyek Mangkrak dan Beban APBN, Fraksi PDIP Desak Pejabat Negara Segera Huni IKN

Sejak dimulai pada tahun 2024, gerakan penghijauan secara kontinu tersebut tercatat telah mengover area seluas lebih dari 16 hektare di kawasan IKN.

Partisipasi Non-Pemerintah

Melalui keterlibatan berbagai lintas sektor mulai dari aparatur sipil negara (ASN), pekerja proyek, komunitas, hingga pelaku usaha swasta pemerintah berupaya membangun kebiasaan kolektif dalam menjaga stabilitas ekosistem lokal.

Upaya pelestarian lingkungan ini berjalan paralel dengan pembangunan fisik infrastruktur ibu kota demi memastikan kawasan Nusantara tetap tumbuh selaras dengan alam.

(Dayank Ana)