Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, memicu krisis kualitas udara ekstrem hingga mengganggu lalu lintas penerbangan pada Senin, (20/7/2026) .
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi konsentrasi polutan di kawasan tersebut sempat menembus level “Berbahaya” (zona hitam). Kondisi ini bertepatan dengan tertundanya enam jadwal penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor akibat jarak pandang di bawah satu kilometer.
Peningkatan pencemaran udara akibat serbuan kabut asap terjadi sangat cepat pada pagi hari. Berdasarkan data BMKG Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan, konsentrasi partikel terdegradasi tajam dari ambang batas aman menjadi ancaman kesehatan serius hanya dalam hitungan jam.
Ketua Pokja Pengelolaan Data dan Informasi Staklim Kalsel Wiji Cahyadi menjelaskan bahwa konsentrasi Particulate Matter (PM2.5) pada pukul 00.00 hingga 05.00 WITA mulanya berada di kategori baik hingga sedang. Namun, penurunan kualitas udara secara drastis terjadi saat aktivitas masyarakat mulai meningkat.
