Sab, 18/07/26 · 02.53.35
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nusantara

HUT ke-76 IGTKI, Otorita IKN Sebut Pendidikan TK Jadi Kunci Pembentukan Karakter Bangsa

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Jumat, 22 Mei 2026 · 16:261 menit baca
HUT ke-76 IGTKI, Otorita IKN Sebut Pendidikan TK Jadi Kunci Pembentukan Karakter Bangsa
Otorita IKN mengapresiasi peran guru TK dalam pembentukan karakter anak pada HUT ke-76 IGTKI. Isu kesejahteraan guru menjadi sorotan utama dalam acara ini. (Dok. Luqman/OIKN)

Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menekankan pentingnya penguatan pendidikan anak usia dini sebagai landasan utama pembentukan karakter generasi mendatang. Hal ini disampaikan dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-76 Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI-PGRI) di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Kamis (21/5/2026).

Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, menyatakan bahwa guru taman kanak-kanak memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang cerdas dan berakhlak mulia. Ia mendorong agar kompetensi akademik dan kesejahteraan guru PAUD serta TK terus ditingkatkan.

“Anak usia dini adalah fondasi dasar pembentukan karakter bangsa. Oleh sebab itu, pendidikan usia dini memiliki peranan yang sangat penting,” ujar Alimuddin di hadapan para pendidik yang hadir.

Ia juga berharap para guru terus bersinergi dalam membangun lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan menyenangkan bagi anak. Peningkatan profesionalisme guru, menurutnya, harus dibarengi dengan dukungan pendidikan lanjutan yang memadai.

Bupati Penajam Paser Utara Bantah Klaim Otorita IKN Soal Ekonomi Daerahnya Tumbuh 19,9 Persen
Baca Juga

Bupati Penajam Paser Utara Bantah Klaim Otorita IKN Soal Ekonomi Daerahnya Tumbuh 19,9 Persen

Sementara itu, Ketua IGTKI-PGRI Kabupaten Penajam Paser Utara, Maya Murtiasih, menegaskan bahwa guru TK adalah peletak dasar nilai moral dan kemandirian anak sebelum memasuki jenjang sekolah dasar. Namun, ia memberikan catatan penting mengenai korelasi antara kualitas pengajaran dan kesejahteraan pengajar.

“Kualitas pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kesejahteraan guru. Guru yang sejahtera diyakini akan lebih fokus, kreatif, dan optimal dalam mendidik generasi bangsa,” tegas Maya.

Pada peringatan tahun ini, IGTKI-PGRI mengusung tema besar yang mengaitkan kesejahteraan guru dengan kesuksesan program wajib belajar 13 tahun. Momentum ini diharapkan menjadi titik balik bagi penguatan peran pendidik di wilayah Penajam Paser Utara dan kawasan penyangga IKN guna menyongsong generasi emas Indonesia.

(Dayank Ana)