Sab, 18/07/26 · 02.51.43
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nusantara

Juru Bicara Otorita IKN Bantah Isu Proyek Mangkrak di Seminar Nasional Unmul

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Selasa, 26 Mei 2026 · 13:032 menit baca
Juru Bicara Otorita IKN Bantah Isu Proyek Mangkrak di Seminar Nasional Unmul
Otorita IKN menegaskan pembangunan Nusantara tetap berjalan dan ramah lingkungan dalam seminar nasional di Universitas Mulawarman Samarinda. (Dok. Humas Otorita IKN)

Keberlanjutan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi bahasan utama dalam ruang akademik di Universitas Mulawarman (Unmul). Di hadapan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kalimantan Timur, Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, menepis isu negatif terkait penghentian proyek maupun kerusakan lingkungan di kawasan Nusantara.

“Tidak benar kalau ada yang bilang IKN mangkrak. Dan, hari ini saya juga tegaskan bahwa tidak benar kalau IKN merusak hutan. Kita memiliki setiap kedeputian yang bertanggung jawab dalam pembangunan, termasuk pengelolaan hutan,” ujar Troy Pantouw dalam Seminar Nasional Public Nations 2026 di Samarinda, Sabtu (23/5/2026).

Troy menjelaskan bahwa pembangunan IKN saat ini justru mendorong penerapan teknologi hijau dan energi bersih. Salah satunya adalah pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas sekitar 50 MW untuk mendukung kelistrikan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Selain itu, penanaman pohon endemik Kalimantan menjadi kebijakan rutin bagi insan Otorita IKN untuk menjaga ekosistem.

Kejar Target Ibu Kota Politik 2028, Otorita IKN Evaluasi Ratusan Paket Konstruksi
Baca Juga

Kejar Target Ibu Kota Politik 2028, Otorita IKN Evaluasi Ratusan Paket Konstruksi

Senada dengan hal tersebut, Dosen Administrasi Publik FISIP Unmul, Wendy Waldianto, menyoroti adanya kerja sama strategis antara Otorita IKN dengan pihak kampus untuk memperkuat riset dan inovasi.

“Saat ini, terdapat MoU antara Otorita IKN dengan Universitas Mulawarman untuk mendorong inovasi-inovasi untuk keberlanjutan dan penguatan ekosistem di IKN, termasuk melalui peran mahasiswa dalam pembangunan berkelanjutan,” kata Wendy.

Dalam diskusi tersebut, Nur Nailah dari Departemen Penelitian dan Pengembangan HIMANISLIK FISIP Unmul, menekankan pentingnya kesiapan generasi muda menyambut perpindahan ibu kota sebagai bagian dari visi Indonesia Emas 2045.

“Dengan adanya pembangunan IKN ini, kita sebagai generasi muda sekaligus mahasiswa harus mempersiapkan diri menuju Indonesia Emas Tahun 2045. Dari situ, kita bisa melihat dan kita bisa percaya bahwasanya itu akan terjadi,” ungkap Nur Nailah.

Bupati Penajam Paser Utara Bantah Klaim Otorita IKN Soal Ekonomi Daerahnya Tumbuh 19,9 Persen
Baca Juga

Bupati Penajam Paser Utara Bantah Klaim Otorita IKN Soal Ekonomi Daerahnya Tumbuh 19,9 Persen

Sementara itu, Wakil Dekan I FISIP Unmul, Rina Juwita, menegaskan bahwa peran kampus adalah sebagai wadah kritis dalam mengawal isu pemerataan ekonomi yang dibawa oleh IKN. Menurutnya, forum ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menghadirkan gagasan dan kritik yang konstruktif.

“Ini bukan semacam pemindahan gedung semata, tetapi adalah pemerataan untuk seluruh warga negara Indonesia. Di sini, kampus itu bukan hanya teori saja, tetapi mengasah rasa kritis, menghadirkan gagasan dan kritik khususnya mahasiswa di Kalimantan Timur,” pungkas Rina Juwita.

(Dayank Ana)