Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) memasuki fase krusial yang menuntut akurasi manajerial tingkat tinggi. Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen Kebijakan dan Strategi Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga, memperingatkan adanya risiko kegagalan sistemik jika pembangunan 115 paket konstruksi terintegrasi pada Tahap I tidak dikelola dengan integritas dan kompetensi lapangan yang kuat.
Dalam kuliah tamu di Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) Institut Teknologi Bandung (ITB), Jumat (8/5/2026), Danis membeberkan bahwa angka 115 paket tersebut merupakan manifestasi dari kompleksitas sinkronisasi infrastruktur dasar yang sangat masif.
Danis menekankan bahwa dalam diskursus pembangunan IKN, kecerdasan akademis semata tidak lagi memadai untuk mengelola proyek dengan skala kompleksitas seperti ini. Ia menyoroti pentingnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu mengimbangi kecanggihan teknologi konstruksi.
“Pintar adalah prasyarat mutlak, namun kompetensi tanpa dukungan pengalaman lapangan dan integritas hanya akan melahirkan kegagalan sistemik dan berlanjut,” tegas Danis di hadapan para mahasiswa.
