Sab, 18/07/26 · 02.54.20
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nusantara

Perkuat Posisi Penyangga IKN, Bontang Mulai Susun Kajian Kelayakan Pelabuhan Industri Baru

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Selasa, 2 Juni 2026 · 19:482 menit baca
Perkuat Posisi Penyangga IKN, Bontang Mulai Susun Kajian Kelayakan Pelabuhan Industri Baru
Pemkot Bontang bersama Universitas Mulawarman menyusun Pra FS Pelabuhan Kawasan Industri Bontang Lestari untuk memperkuat logistik penyangga IKN. (Dok. Ist)

Pemerintah Kota Bontang, Kalimantan Timur, mulai mengambil langkah strategis untuk memperkuat perannya sebagai kawasan industri dan logistik penopang Ibu Kota Nusantara (IKN). Upaya ini diwujudkan melalui penyusunan Pra Feasibility Study (Pra FS) atau kajian pra-kelayakan untuk proyek pembangunan Pelabuhan Kawasan Industri Bontang Lestari.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang, Muhammad Aspian Nur, menjelaskan bahwa proyek infrastruktur ini sengaja didesain untuk menjadi bagian utama dari pengembangan kawasan industri terpadu.

“Pelabuhan ini bukan berdiri sendiri. Kita desain untuk mendukung kawasan industri yang terintegrasi, mulai dari distribusi bahan baku, logistik, pergudangan sampai pengembangan investasi baru,” ujar Aspian pada Minggu, (24/5/2026).

Manfaatkan Jalur Strategis Selat Makassar

Dalam merumuskan kajian kelayakan ini, DPMPTSP Kota Bontang bekerja sama dengan Tim Tenaga Ahli Unit Layanan Strategis Sumber Daya Berkelanjutan (ULS PSDB) Universitas Mulawarman Samarinda yang dipimpin oleh Rachmad Budi Suharto. Pengujian dilakukan secara komprehensif untuk melihat potensi proyek dari berbagai aspek teknis maupun ekonomi.

Kejar Target Ibu Kota Politik 2028, Otorita IKN Evaluasi Ratusan Paket Konstruksi
Baca Juga

Kejar Target Ibu Kota Politik 2028, Otorita IKN Evaluasi Ratusan Paket Konstruksi

Secara geografis, Bontang dinilai memiliki keunggulan kompetitif karena terletak di pesisir timur Kalimantan dan berhadapan langsung dengan Selat Makassar. Koridor perairan tersebut merupakan bagian dari Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II yang menjadi rute pelayaran dan perdagangan internasional, sehingga sangat potensial untuk pusat kegiatan kepelabuhanan.

Infrastruktur baru ini nantinya diproyeksikan mampu mempercepat mobilitas barang dan memperkuat rantai pasok logistik regional. Keberadaan fasilitas pelabuhan juga diharapkan dapat memicu hilirisasi industri serta menumbuhkan sektor jasa pendukung di wilayah Bontang Lestari.

Diversifikasi Struktur Ekonomi dan Kesiapan Investasi

Langkah pemerintah daerah dalam menginisiasi proyek ini sekaligus menjadi bagian dari strategi diversifikasi ekonomi. Manajemen daerah menilai struktur ekonomi Bontang ke depan tidak bisa lagi bergantung sepenuhnya hanya pada sektor industri utama yang ada saat ini, melainkan harus mulai memperkuat sektor transportasi, pergudangan, dan perdagangan.

Investor China-Korea Mulai Bangun Apartemen Rp 3,7 T di IKN
Baca Juga

Investor China-Korea Mulai Bangun Apartemen Rp 3,7 T di IKN

Aspian menegaskan, penyusunan dokumen Pra FS ini menjadi syarat mutlak agar paket proyek yang nantinya ditawarkan kepada para investor memiliki dasar hukum dan analisis data yang matang.

“Pra FS ini penting supaya yang kita tawarkan ke investor bukan hanya sekadar potensi, tapi memang sudah ada dasar kajian dan arah pengembangannya,” kata Aspian.

Melalui persiapan dokumen kajian yang terukur ini, Pelabuhan Bontang Lestari ditargetkan dapat menjadi magnet pertumbuhan ekonomi baru di Kalimantan Timur sekaligus mengukuhkan posisi tawar kota sebagai mitra logistik utama IKN.

(Dayank Ana)