Di balik antrean panjang pemesanan saham (bookbuilding) PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) menjelang pencatatan perdana saham (Initial Public Offering/IPO), terungkap adanya manuver taktis korporasi untuk memoles kinerja keuangan dengan mengeliminasi beban liabilitas material.
RANS diketahui telah menjual anak usahanya, PT Rans Prestisius Klub Sepak Bola (RPKSB) perusahaan pengelola klub sepak bola Rans Nusantara FC secara penuh kepada sang pemilik, Raffi Ahmad, pada akhir tahun 2024. Langkah divestasi ini diambil demi memutus keterikatan RANS dari liabilitas atau utang jumbo milik unit bisnis olahraga tersebut.
PT Rans Prestisius Klub Sepak Bola (RPKSB) merupakan lengan investasi RANS dengan porsi kepemilikan saham mayoritas sebesar 66,6 persen, sementara sisa saham dihimpit oleh Rudy Salim Gunawan selaku Presiden Direktur Prestige Image Motorcars melalui PT Prestisius Indonesia.
Sejak mengakuisisi Cilegon United pada 2021 dan mengubah namanya menjadi Rans Nusantara FC, kongsi dua pesohor ini justru terus mencatatkan rapor merah.

Mengutip laporan keuangan RANS, RPKSB membukukan rugi kotor sebesar Rp9,58 miliar sepanjang Januari hingga Oktober 2024. Setelah ditambah beban umum dan administrasi, rugi periode berjalan membengkak hingga Rp10,46 miliar dengan arus kas operasional negatif Rp4,28 miliar.
Melalui akta notaris tertanggal 30 Oktober 2024, RANS melepas seluruh 66,6 persen kepemilikan sahamnya di RPKSB kepada Raffi Ahmad dengan nilai transaksi nominal sebesar Rp999 juta.
Secara pembukuan, RANS mencatatkan divestasi ini sebagai ‘laba’ akuntansi yang mencapai Rp44,94 miliar. Nilai keuntungan tersebut muncul lantaran korporasi tidak lagi diwajibkan mengonsolidasikan defisit aset neto RPKSB yang minus Rp65,97 miliar, di mana unit usaha tersebut memiliki liabilitas mencapai Rp79,31 miliar berbanding terbalik dengan nilai asetnya yang hanya sebesar Rp13,33 miliar.
Sebelum divestasi bergulir, RANS sempat menyalurkan fasilitas pinjaman internal kepada RPKSB dengan nilai akumulatif sebesar Rp73,7 miliar.
Melalui perjanjian pengalihan piutang (cessie) bersamaan dengan momen divestasi pada 30 Oktober 2024, piutang RANS atas RPKSB senilai Rp73,7 miliar tersebut resmi dialihkan dan diambil alih secara pribadi oleh Raffi Ahmad. Kewajiban utang piutang tersebut dilaporkan telah dilunasi sepenuhnya oleh Raffi Ahmad pada tahun 2025.
Pembersihan neraca keuangan dari pos utang dan entitas anak usaha yang merugi kronis ini menjadi kunci utama RANS dalam menyajikan laporan keuangan yang sehat dan memikat bagi para calon investor publik di pasar modal.
Strategi penataan ulang portofolio keuangan ini terbukti membuahkan hasil positif pada masa penawaran. Mengutip data bursa per Rabu (8/7/2026) pukul 12.00 WIB, antrean pemesanan saham IPO RANS telah menembus angka 1.092.166 Single Investor Identification (SID). Lonjakan minat retail yang sangat masif ini membuat pemesanan saham RANS berstatus kelebihan permintaan (oversubscribed).
Sesuai dengan linimasa pasar modal, masa penjatahan saham RANS dijadwalkan berlangsung hari ini, Rabu (8/7/2026), dan akan diikuti oleh proses distribusi saham secara elektronik pada Kamis (9/7/2026).
Jika tidak ada perubahan jadwal, PT Rans Entertainment Indonesia Tbk resmi akan melantai (listing) perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (10/7/2026).
(*Red)