Rab, 08/07/26 · 05.31.52
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nusantara

Skrining OIKN Temukan 46 Persen Pekerja di Nusantara Alami Kolesterol Tinggi

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Rabu, 8 Juli 2026 · 11:172 menit baca
Skrining OIKN Temukan 46 Persen Pekerja di Nusantara Alami Kolesterol Tinggi
Hasil cek kesehatan Otorita IKN menunjukkan 46,4% pekerja mengalami kolesterol tinggi dan 17,1% hipertensi. OIKN gandeng RS Mayapada lakukan deteksi dini. (Dok. Humas OIKN)

Otoritas Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengidentifikasi adanya kerawanan kesehatan kerja berskala makro berupa tingginya indikator penyakit tidak menular di kalangan aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga lapangan. Data rekam medis menunjukkan hampir separuh dari total pekerja yang terlibat dalam percepatan proyek ibu kota baru tersebut mengidap kadar kolesterol di atas ambang batas normal.

Temuan klinis tersebut dipaparkan dalam agenda penguatan kapasitas kesehatan kerja di Ruang Serbaguna Kantor Kementerian Koordinator 3 Tower 1, Nusantara, Selasa (7/7/2026).

Berdasarkan basis data Cek Kesehatan Gratis yang dihimpun otoritas pelayanan dasar, sebanyak 46,4 persen pekerja tercatat memiliki kadar kolesterol tinggi, 30,2 persen mengalami lonjakan asam urat, dan 17,1 persen mengidap tekanan darah tinggi (hipertensi).

“Kalau ingin produktif, maka harus sehat. Sehat dan produktif adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Ketika kesehatan terjaga, kita dapat bekerja lebih optimal untuk menyelesaikan setiap tahapan pembangunan IKN,” ujar Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito.

Otorita IKN Optimalkan Posyandu Desa untuk Tekan Stunting di Tengah Percepatan Infrastruktur
Baca Juga

Otorita IKN Optimalkan Posyandu Desa untuk Tekan Stunting di Tengah Percepatan Infrastruktur

Manajemen Risiko Penyakit Jantung di Sektor Publik
Kondisi klinis ini dinilai berpotensi menurunkan performa operasional birokrasi pemerintahan jika tidak diintervensi melalui perubahan regulasi pola konsumsi domestik. Penyakit kardiovaskular kronis dipetakan sering kali berkembang tanpa gejala luar yang kasat mata di tengah tingginya tekanan ritme kerja kedinasan.

Pihak penyedia layanan kesehatan menegaskan bahwa mitigasi preventif di lingkungan hunian pekerja harus ditempatkan sebagai investasi jangka panjang organisasi untuk menekan angka absensi sakit.

“Karyawan adalah aset organisasi. Ketika kesehatan mereka terjaga, produktivitas pun meningkat. Karena itu, kami terus berkomitmen mendukung Otorita IKN melalui berbagai program promotif dan preventif agar masyarakat dan para pekerja di Nusantara tetap sehat,” kata Direktur Rumah Sakit Mayapada Nusantara, Farah Alkatiri.

Biaya Perawatan Infrastruktur IKN 300 Miliar Pertahun
Baca Juga

Biaya Perawatan Infrastruktur IKN 300 Miliar Pertahun

Tuntutan Deteksi Dini Tanpa Menunggu Gejala Klinis
Dalam pemetaan spesifik faktor pemicu, kombinasi antara kurangnya aktivitas fisik, pola makan instan, kebiasaan merokok, hingga faktor stres kerja di lapangan dituding menjadi akselerator utama penyumbatan pembuluh darah. Petugas medis mendesak jajaran staf kementerian untuk memperketat jadwal skrining berkala secara mandiri.

“Jangan menunggu sakit untuk mulai peduli. Skrining membantu kita mengenali risiko lebih awal sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan sebelum penyakit berkembang menjadi lebih serius,” jelas Dokter Spesialis Jantung Rumah Sakit Mayapada Nusantara, Dewi Ayu Paramita.

Pola hidup sehat kini didorong untuk masuk ke dalam standardisasi budaya kerja baru di IKN guna mengimbangi target fisik pembangunan kota hingga tahun 2045.

(Dayank Ana)