Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Breaking News

Operasi Senyap Propam: Sejumlah Jenderal Polri Sempat Diamankan

Syahrul Nurhadi
Syahrul Nurhadi
Selasa, 3 November 2026 · 15:052 menit baca
Operasi Senyap Propam: Sejumlah Jenderal Polri Sempat Diamankan
Kolase foto – Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Mabes Polri dikabarkan mengamankan sejumlah perwira tinggi, tetapi Mabes Polri belum memberikan keterangan resmi. (Ist)

Kabar mengejutkan menggoncang internal Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) setelah beredar informasi mengenai operasi pengamanan rahasia terhadap sejumlah perwira tinggi (pati).

Penanganan internal tersebut melibatkan pengamanan beberapa jenderal, termasuk seorang pati berpangkat bintang empat berinisial L yang saat ini dipercaya menduduki posisi sipil strategis di lingkungan pemerintahan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengamanan senyap yang melibatkan satuan khusus Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) serta Brimob tersebut membawa para perwira tinggi ke ruang pemeriksaan Mabes Polri hingga Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.

Selain jenderal bintang empat berinisial L, pemeriksaan maraton tersebut dikabarkan turut melibatkan pati bintang tiga berinisial A serta beberapa pati bintang dua dan perwira menengah.

Kadiv Humas Polri Soal Isu Perwira Tinggi Diamankan: “Nanti Mungkin Akan di-Update”
Baca Juga

Kadiv Humas Polri Soal Isu Perwira Tinggi Diamankan: “Nanti Mungkin Akan di-Update”

Seorang sumber internal mengonfirmasi kebenaran adanya tindakan pengamanan terhadap jenderal-jenderal tersebut.

“Iya, benar, ada pengamanan. Satu bintang empat inisialnya L, dan lainnya jenderal bintang tiga. Tapi yang bintang empat sudah dilepas,” kata sumber internal kepolisian, Selasa (3/11/2026).

Mengenai latar belakang pemeriksaan ketat ini, sumber tersebut menjelaskan bahwa tindakan pengamanan dilakukan untuk memverifikasi hal-hal sensitif di internal korps.

“Ada beberapa hal yang ingin diverifikasi. Soal keamanan tentunya,” kata sumber internal mengenai materi pemeriksaan.

WALHI Kalimantan Desak Polri Buka Nama 20 Korporasi Tersangka Karhutla
Baca Juga

WALHI Kalimantan Desak Polri Buka Nama 20 Korporasi Tersangka Karhutla

Operasi pengamanan ini berlangsung tepat sebulan setelah estafet kepemimpinan Polri bergulir dari Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada Jenderal Suyudi Ario Seto.

Sejak dilantik, Jenderal Suyudi langsung menegaskan komitmennya untuk melakukan evaluasi dan pembenahan di tubuh Korps Bhayangkara.

“Kami akan melihat hal-hal yang mungkin masih bisa ditindaklanjuti dan yang masih perlu diperbaiki kita akan perbaiki,” kata Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, Kapolri, usai dilantik.

Di tengah upaya merapatkan barisan internal, Jenderal Suyudi menekankan pentingnya pemulihan kepercayaan publik melalui penegakan hukum yang adil serta pendekatan yang humanis.

“Kemudian juga penegakan hukum yang adil, dan juga kami berupaya untuk bisa lebih dekat kepada masyarakat sesuai dengan apa yang menjadi program kerja kami yaitu polisi bersama masyarakat,” kata Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.

Ia juga menambahkan bahwa kehadiran anggota polisi di lapangan merupakan kunci utama dalam menjaga kondusivitas stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kasat Polresta Samarinda Diduga Hamili Warga Sipil
Baca Juga

Kasat Polresta Samarinda Diduga Hamili Warga Sipil

Hingga berita ini diturunkan, pihak Divisi Humas Mabes Polri belum memberikan keterangan resmi secara rinci mengenai detail perkara maupun status lengkap para perwira tinggi yang sempat diamankan tersebut

(Syahrul)