Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Atasi Salinitas Kapuas, 1,1 Juta Liter Air Tawar Tongkang Tiba di IPA Nipah Kuning Pontianak

Memei
Memei
Rabu, 16 September 2026 · 19:142 menit baca
Atasi Salinitas Kapuas, 1,1 Juta Liter Air Tawar Tongkang Tiba di IPA Nipah Kuning Pontianak
Sebanyak 1,1 juta liter air tawar via tongkang tiba di IPA Nipah Kuning Pontianak untuk diproses dan dibagikan gratis guna atasi intrusi air asin Sungai Kapuas. (Dok. Prokopim Pontianak)

Sebanyak 1,1 juta liter pasokan air tawar yang diangkut menggunakan kapal tongkang dari Desa Radak, Kecamatan Terentang, tiba di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Nipah Kuning Dalam guna mengatasi kelangkaan air minum akibat intrusi air laut, Rabu, (16/9/2026).

Fasilitas IPA berkapasitas produksi 300 liter per detik tersebut disiagakan untuk menyaring dan memproses muatan air sebelum disalurkan secara cuma-cuma kepada warga, khususnya di wilayah Kecamatan Pontianak Barat. Peran strategis pasokan bahan baku air tawar dari luar daerah tersebut diuraikan oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono.

“Ini IPA baru, investasinya cukup besar dan terutama melayani masyarakat di Pontianak Barat. Dengan adanya tambahan air tawar ini, tentunya kita berharap kualitas air yang tersedia semakin baik,” kata Edi Rusdi Kamtono, Rabu, (16/9/2026).

Distribusi kapal tongkang dari hulu Terentang menuju muara Pontianak memakan waktu tempuh pelayaran sekitar dua hari di tengah tantangan tebalnya kabut asap yang memperpendek jarak pandang nakhoda di alur sungai. Komitmen pemerintah daerah untuk melanjutkan operasi pengangkutan air darurat ditegaskan dalam pemaparannya.

Air Baku Terdampak Intrusi Laut, Perumda Tirta Khatulistiwa Pasok 1 Juta Liter Air Bersih Per Hari
Baca Juga

Air Baku Terdampak Intrusi Laut, Perumda Tirta Khatulistiwa Pasok 1 Juta Liter Air Bersih Per Hari

“Ini akan terus kita lakukan sampai kadar garam di Sungai Kapuas kembali rendah dan memenuhi persyaratan. Kalau kondisinya sudah normal, tentu kita tidak perlu lagi mengambil air dari tempat ini,” ujarnya.

Seluruh jajaran teknis pengolahan air minum daerah diinstruksikan memperpanjang jam kerja guna menjamin kontinuitas produksi air tawar layak konsumsi. Pengerahan kapasitas aparatur dan armada secara optimal dipaparkan lebih lanjut dalam keterangannya.

“Kita sudah upayakan lembur dan optimalkan segala daya dan tenaga untuk benar-benar memberikan layanan air bersih dan air minum bagi warga Pontianak,” katanya.

Air PDAM Terasa Asin, Pemprov Kalbar Salurkan 40 Ribu Liter Air Bersih di Pontianak
Baca Juga

Air PDAM Terasa Asin, Pemprov Kalbar Salurkan 40 Ribu Liter Air Bersih di Pontianak

Pengaturan teknis penampungan dan skema pengiriman logistik air diterangkan oleh Direktur Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa, Abdullah.

Selain armada pertama berkapasitas 1,1 juta liter, dua tongkang tambahan berkapasitas masing-masing lima juta liter dan empat juta liter tengah disiapkan menuju IPA Parit Mayor, sehingga total suplai diproyeksikan menembus lebih dari 10 juta liter. Mekanisme penampungan terpisah untuk menjaga kemurnian bahan baku dipaparkan dalam penjelasannya.

“Di instalasi pengolahan ada wadah penampungan. Untuk proses pengolahan hari ini kami usahakan bisa selesai,” jelasnya.

Akumulasi volume penyaluran air minum darurat kepada warga sejak awal masa tanggap krisis diuraikan dalam keterangannya.

“Yang sudah kita distribusikan kurang lebih hampir 4 juta liter,” katanya.

Kendati kadar salinitas di Instalasi Imam Bonjol tercatat melandai dari 3.000 miligram per liter menjadi sekitar 1.300 miligram per liter, tingkat keasinan air baku di intake Nipah Kuning masih memerlukan pasokan air tawar tambahan. Harapan terhadap limpasan air hujan dari daerah tangkapan hulu diutarakan kembali sebagai penutup keterangannya.

Bala’ Komando Melayu Salurkan Bantuan Air Bersih Gratis Atasi Krisis Air Dampak Karhutla
Baca Juga

Bala’ Komando Melayu Salurkan Bantuan Air Bersih Gratis Atasi Krisis Air Dampak Karhutla

“Mudah-mudahan hujan di daerah hulu memberikan dampak dalam dua atau tiga hari ke depan,” pungkasnya.

(Memei)