Kam, 09/07/26 · 12.07.09
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Diduga Curi Kabel demi Judi Slot dan Narkoba, Pria di Pontianak Selatan Tersengat Listrik di Atas Tiang

Hendrawan
Hendrawan
Kamis, 9 Juli 2026 · 17:032 menit baca
Diduga Curi Kabel demi Judi Slot dan Narkoba, Pria di Pontianak Selatan Tersengat Listrik di Atas Tiang
Seorang pria di Jalan Purnama, Pontianak Selatan tersengat listrik saat diduga mencuri kabel untuk judi slot dan narkoba. Pelaku alami luka bakar 30 persen. (Dok. Hendrawan/Nusantara Post)

Seorang pria berinisial R, warga Jalan Purnama, Kecamatan Pontianak Selatan, mengalami luka bakar serius akibat tersengat aliran listrik bertegangan tinggi, Kamis (9/7/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Insiden tersebut terjadi ketika pria tersebut diduga kuat tengah melakukan aksi pencurian kabel di sebuah tiang listrik milik negara.

Kapolsek Pontianak Selatan AKP Inayatun Nurhasanah membenarkan kejadian tersebut setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat terkait adanya seorang warga yang tersangkut di atas tiang listrik. Petugas kepolisian langsung dikerahkan ke lokasi untuk memimpin proses penanganan taktis.

“Setibanya di lokasi, kondisi sudah ramai oleh warga. Korban masih berada di tiang listrik dan diduga hendak mengambil kabel yang menjuntai. Di lokasi juga ditemukan alat pemotong berupa tang yang diduga akan digunakan untuk memotong kabel,” ujar Inayatun Nurhasanah saat memberikan keterangan resmi di Rumah Sakit Bhayangkara Pontianak, Kamis (9/7/2026).

Atasi Penurunan Kepercayaan Publik, AMSI Kalbar Gelar Uji Kompetensi Jurnalis
Baca Juga

Atasi Penurunan Kepercayaan Publik, AMSI Kalbar Gelar Uji Kompetensi Jurnalis

Kronologi Kejadian dan Proses Evakuasi Taktis Gabungan
Berdasarkan hasil penyelidikan awal di lapangan, kronologi insiden tersebut bermula ketika R memanjat tiang listrik dengan membawa sebilah tang pemotong. Saat berada di posisi atas dan bersiap memotong kabel yang menjuntai, R diduga terpeleset.

Kehilangan keseimbangan membuat tubuh pria tersebut tersangkut di antara struktur besi tiang, yang seketika memicu sengatan listrik arus utuh. Sengatan tersebut mengakibatkan tubuhnya mengalami luka bakar parah di beberapa bagian.

Proses evakuasi berlangsung dramatis dan membutuhkan waktu karena faktor risiko tinggi di lapangan. Tim gabungan yang terdiri dari petugas Pemadam Kebakaran (Damkar), Palang Merah Indonesia (PMI), serta relawan ambulans baru bisa bergerak menurunkan tubuh pria tersebut setelah pihak PLN memutus sementara aliran listrik di wilayah itu demi keselamatan kerja.

“Korban masih berada di atas tiang saat kami tiba. Setelah listrik dipastikan padam, baru kami lakukan evakuasi bersama tim di lapangan,” kata salah seorang relawan ambulans yang terlibat di lokasi kejadian.

Kebakaran Hebat Hanguskan Kantor PT KSP Agro Sekadau, Polisi Usut Dugaan Korsleting Listrik
Baca Juga

Kebakaran Hebat Hanguskan Kantor PT KSP Agro Sekadau, Polisi Usut Dugaan Korsleting Listrik

Motif Pelaku: Kecanduan Judi Slot dan Zat Adiktif
Meski menderita luka bakar yang diperkirakan mencapai ambang batas 30 persen, pria tersebut berhasil dievakuasi dalam kondisi sadar. Ia langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Pontianak untuk mendapatkan perawatan medis intensif dari tim dokter.

Dari hasil pemeriksaan awal, pihak kepolisian mengungkap rekam jejak dan motif di balik aksi nekat tersebut. Kepada penyidik, R mengaku bahwa ini bukan pertama kalinya ia melakukan pencurian kabel jaringan.

“Korban mengaku sebelumnya pernah berhasil mengambil kabel dan hasil penjualannya digunakan untuk bermain judi slot, membeli narkotika jenis sabu, serta memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti membeli beras. Dugaan ini masih akan kami dalami lebih lanjut,” tegas Inayatun Nurhasanah.

Saat ini, Polsek Pontianak Selatan tengah berkoordinasi erat dengan pihak PLN untuk menghitung nilai kerugian material serta mendalami kronologi lengkap peristiwa. Polisi memastikan proses hukum atas dugaan tindak pidana pencurian kabel ini akan tetap berjalan seiring dengan pemulihan kondisi kesehatan pelaku di rumah sakit.

(Hendrawan)