Rab, 05/08/26 · 11.46.25
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Diduga Terlibat Skandal, Dua Oknum Guru SMKN 1 Mempawah Hilir Didemo Siswa

Hendrawan
Hendrawan
Rabu, 5 Agustus 2026 · 17:231 menit baca
Diduga Terlibat Skandal, Dua Oknum Guru SMKN 1 Mempawah Hilir Didemo Siswa
Siswa dan orang tua murid menggelar unjuk rasa di SMKN 1 Mempawah Hilir menuntut pemecatan dua oknum guru yang diduga terlibat skandal perselingkuhan. (Dok. HO/TNP)

Unjuk rasa mewarnai halaman SMKN 1 Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Rabu, (5/8/2026). Sejumlah siswa bersama orang tua murid mendatangi sekolah untuk menuntut pemecatan dua oknum guru yang diduga terlibat skandal perselingkuhan.

Protes tersebut mencuat setelah rekaman video yang memperlihatkan tindakan kedua oknum guru tersebut beredar dan viral di media sosial.

Aksi massa ini digelar sebagai bentuk penolakan terhadap dugaan pelanggaran moral yang melibatkan oknum tenaga pendidik di lingkungan sekolah. Dalam aksi tersebut, para siswa secara tegas menyatakan menolak untuk kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar yang diampu oleh kedua guru bersangkutan.

Desakan agar pihak sekolah segera mengambil tindakan tegas berupa pemberhentian juga disampaikan oleh para demonstran.

Polda Kalbar Ringkus Empat Anggota Sindikat Pencuri Peralatan BTS
Baca Juga

Polda Kalbar Ringkus Empat Anggota Sindikat Pencuri Peralatan BTS

Pengamanan di lokasi langsung diperketat oleh pihak kepolisian guna mengantisipasi potensi gangguan ketertiban. Kedua oknum guru tersebut dievakuasi dan diamankan dari area sekolah untuk meredam eskalasi ketegangan massa yang terus meningkat.

Langkah ini diambil guna memastikan situasi di sekitar lingkungan pendidikan tetap kondusif selama aksi berlangsung.

Hingga laporan ini disusun, pihak pengelola SMKN 1 Mempawah Hilir maupun instansi dinas terkait belum memberikan pernyataan resmi mengenai sanksi indisipliner maupun status kepegawaian yang akan dijatuhkan. Penanganan dan perkembangan atas kasus dugaan pelanggaran ini masih dalam pemantauan.

(Hendrawan)