Sel, 21/07/26 · 03.39.50
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Disdikbud Kalbar Salurkan 6.000 Meja Kursi Baru dan Terapkan MPLS Berbasis Karakter

Hendrawan
Hendrawan
Senin, 20 Juli 2026 · 20:492 menit baca
Disdikbud Kalbar Salurkan 6.000 Meja Kursi Baru dan Terapkan MPLS Berbasis Karakter
Disdikbud Kalbar mendistribusikan 6.000 meja kursi baru untuk mengganti fasilitas usang sekaligus memastikan MPLS 2026 bebas perpeloncoan. (Dok. Hendrawan/Nusantara Post)

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Barat mempercepat perbaikan fasilitas sekolah guna mengimbangi penerapan kurikulum nasional berbasis teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Langkah pembenahan infrastruktur dasar ini berjalan bersamaan dengan dimulainya hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran baru.

Pelaksana Tugas Kepala Disdikbud Provinsi Kalimantan Barat Syarif Faisal Indahmawan Alkadri menegaskan komitmen tersebut saat meninjau langsung pelaksanaan hari pertama MPLS di SMA Negeri 4 Pontianak pada Senin, (20/7/2026). Ia memastikan orientasi siswa baru di seluruh jenjang SMA, SMK, dan SLB se-Kalimantan Barat berjalan ramah serta bebas dari unsur perpeloncoan maupun kekerasan.

“Kita lebih mengarahkan MPLS ini ke arah yang membentuk karakter peserta didik. Mengenalkan bahwa sekolah ini bisa mendukung mereka di mana, mereka punya keahlian apa, dan apa yang bisa ditonjolkan di sekolah itu,” ujar Syarif Faisal Indahmawan Alkadri.

Integrasi Sistem Digital Rumah Pendidikan
Merespons arahan pemerintah pusat terkait kurikulum adaptif teknologi, Disdikbud Kalimantan Barat telah menyiapkan ekosistem digital komprehensif melalui platform “Rumah Pendidikan”. Melalui sistem daring ini, akses terhadap buku paket digital, modul pembelajaran, hingga simulasi soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) dapat diakses secara terbuka.

Ribuan Warga Kalbar Nobar Final Piala Dunia 2026 di Halaman Kantor Gubernur
Baca Juga

Ribuan Warga Kalbar Nobar Final Piala Dunia 2026 di Halaman Kantor Gubernur

Penyediaan fasilitas ini diharapkan mampu mengikis ketimpangan kualitas pengajaran akibat hambatan geografis. Tenaga pendidik di daerah kini dapat mengadopsi berbagai praktik pengajaran terbaik (best practices) nasional secara langsung.

“Di Rumah Pendidikan semuanya tersedia. Secara holistik, perangkat, SDM, hingga sistemnya sudah disiapkan. Jadi, jika siswa tidak mendapat buku fisik, sebenarnya tidak masalah karena bisa diakses secara digital. Sekarang tinggal bagaimana kita berproses untuk mempelajari isi konten dari sistem yang dibangun tersebut,” katanya menjelaskan.

Pihak dinas juga memastikan program pengembangan kompetensi guru akan didistribusikan secara merata untuk menyetarakan mutu instruksional antara wilayah perkotaan dan pelosok daerah.

Pembenahan Infrastruktur Fisik Ruang Kelas
Di tengah program digitalisasi, otoritas pendidikan setempat mendapati realitas di lapangan bahwa sejumlah satuan pendidikan masih menggunakan sarana belajar berupa meja dan kursi usang pengadaan dekade 1970-an dan 1980-an.

Warga Pontianak Padati Nobar Piala Dunia 2026 di Kantor Gubernur Kalbar
Baca Juga

Warga Pontianak Padati Nobar Piala Dunia 2026 di Kantor Gubernur Kalbar

Menyikapi temuan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengalokasikan anggaran untuk menyalurkan ribuan unit sarana belajar fisik baru yang penyerahannya diprioritaskan bagi sekolah dengan tingkat kerusakan paling mendesak.

“Berdasarkan kunjungan lapangan Pak Gubernur, beliau menemukan meja kursi pengadaan tahun 70-an dan 80-an masih dipakai sampai saat ini. Lewat kebijakan Gubernur, kami menganggarkan setidaknya 6.000 meja dan kursi sekolah untuk didistribusikan ke seluruh satuan pendidikan,” papar Faisal.

Langkah pengadaan ini menjadi bagian dari strategi pemenuhan standar kenyamanan ruang kelas agar menunjang daya serap siswa terhadap perubahan kurikulum baru.

“Targetnya agar tidak ada lagi anak-anak yang belajar di lantai atau terhambat menulis karena kursi dan meja yang bolong. Memang jumlahnya masih kecil, tetapi inilah bentuk fokus (concern) kami bahwa kenyamanan proses belajar di ruang kelas harus ditingkatkan,” pungkasnya.

(Hendrawan)