Rab, 01/07/26 · 05.47.10
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Utara

Festival Temengang Iwan Jadi Momentum Penguatan Nilai Budaya Dayak Kenyah

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Rabu, 1 Juli 2026 · 10:382 menit baca
Festival Temengang Iwan Jadi Momentum Penguatan Nilai Budaya Dayak Kenyah
Festival Budaya Dayak Kenyah Temengang Iwan resmi digelar di Bulungan. Pergelaran ini menjadi ruang pelestarian nilai sejarah dan harmoni adat dengan alam. (Dok. Adpim Kaltara)

Masyarakat adat Dayak Kenyah di wilayah perbatasan terus berupaya menjaga dan merawat eksistensi nilai-nilai luhur warisan leluhur di tengah arus modernisasi. Upaya pemeliharaan tradisi tersebut diaktualisasikan melalui penyelenggaraan Festival Budaya Dayak Kenyah Temengang Iwan yang resmi dibuka di Lapangan Sepak Bola Desa Teras Baru, Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, Selasa (30/6/2026).

Pergelaran adat ini menampilkan berbagai kekayaan kultural, mulai dari iringan musik tradisional yang menggunakan instrumen khas, tarian komunal sarat filosofi, hingga warna-warni busana adat yang merepresentasikan identitas visual suku Dayak Kenyah.

Representasi Sejarah dan Harmoni Alam
Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A. Paliwang, yang hadir membuka festival secara resmi menyatakan bahwa setiap elemen kebudayaan yang ditampilkan dalam pagelaran seni ini memuat memori kolektif dan falsafah hidup masyarakat komunitarian yang sangat mendalam.

“Melalui pagelaran seni dan budaya ini, kita sedang menceritakan jati diri masyarakat Dayak Kenyah Temengang Iwan kepada generasi sekarang dan yang akan datang,” kata Zainal A. Paliwang.

Lomba Sumpit Tradisional Jadi Perekat Kebersamaan Masyarakat Adat Dayak Kaltara
Baca Juga

Lomba Sumpit Tradisional Jadi Perekat Kebersamaan Masyarakat Adat Dayak Kaltara

Ia menjabarkan bahwa tarian, pakaian adat, dan seluruh ekspresi seni tradisional yang dipertunjukkan bukan sekadar tontonan visual semata. Seluruh aspek kebudayaan tersebut menyimpan nilai sejarah yang panjang, menegaskan semangat gotong royong, serta merekam hubungan harmonis yang terjalin erat antara masyarakat adat dengan alam sekitar.

Pewarisan Jati Diri Kepada Generasi Muda
Tantangan terbesar dalam eksistensi kebudayaan di era digital saat ini adalah proses regenerasi pelaku adat. Sektor perlindungan kebudayaan daerah menilai kekayaan tradisi luhur yang dimiliki suku Dayak merupakan modal sosial yang besar bagi Kalimantan Utara untuk memperkuat kohesi dan persatuan antarelemen masyarakat.

Oleh karena itu, tata kelola kebudayaan harus menempatkan generasi muda sebagai aktor utama, bukan sekadar penonton pasif di tanah leluhurnya sendiri. Kaum muda didorong untuk mengambil peran aktif sebagai pewaris langsung yang menjaga, mengkaji, dan mengembangkan nilai-nilai kebudayaan tersebut agar tetap relevan tanpa kehilangan prinsip dasarnya.

Masyarakat adat juga diajak untuk mempertahankan keterbukaan kebudayaan ini tanpa mendegradasi nilai-nilai sakral yang terkandung di dalamnya.

Investasi Capai Rp11 Triliun, Kaltara Proyeksikan Jalur Kereta Api Logistik Antarnegara
Baca Juga

Investasi Capai Rp11 Triliun, Kaltara Proyeksikan Jalur Kereta Api Logistik Antarnegara

“Dengan kebersamaan, kita tunjukkan kepada dunia bahwa budaya Dayak Kenyah Temengang Iwan adalah warisan luhur yang tetap hidup, terbuka dan membanggakan Kalimantan Utara,” pungkas Zainal.

(Dayank Ana)