Sen, 27/07/26 · 10.25.14
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Utara

Investasi Capai Rp11 Triliun, Kaltara Proyeksikan Jalur Kereta Api Logistik Antarnegara

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Jumat, 12 Juni 2026 · 13:391 menit baca
Investasi Capai Rp11 Triliun, Kaltara Proyeksikan Jalur Kereta Api Logistik Antarnegara
Pemprov Kaltara mematangkan proyek jalur kereta api logistik pengangkut batu bara dan sawit menyusul realisasi investasi daerah yang menembus Rp11 triliun. (Dok. Adpim Kaltara)

Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) memproyeksikan pembangunan infrastruktur strategis berupa jaringan kereta api logistik untuk menopang efisiensi distribusi komoditas unggulan daerah. Langkah ini diambil seiring dengan realisasi investasi di Kaltara yang telah menembus angka Rp11 triliun hingga triwulan I tahun 2026.

Rencana tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Pembangunan Infrastruktur Strategis Jaringan Kereta Api di Kaltara bersama PT Indonesia Transit Synergy (INTRA) di Kantor Gubernur Kaltara, Tanjung Selor, Kamis (11/6/2026).

Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang, menjelaskan bahwa moda transportasi berbasis rel ini akan menjadi solusi jangka panjang dalam menghubungkan kawasan produksi hasil pertambangan dan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Bulungan, Tana Tidung, Malinau, hingga Nunukan menuju pelabuhan atau kawasan industri.

“Bagi pengusaha tambang maupun kelapa sawit nantinya dapat memanfaatkan kereta api ini sehingga biaya angkut menjadi lebih murah menuju kawasan industri maupun pelabuhan,” ujar Zainal.

Festival Temengang Iwan Jadi Momentum Penguatan Nilai Budaya Dayak Kenyah
Baca Juga

Festival Temengang Iwan Jadi Momentum Penguatan Nilai Budaya Dayak Kenyah

Selain menekan biaya logistik pelaku usaha, pembangunan jalur kereta api ini ditujukan untuk mengurangi beban tonase kendaraan barang berkapasitas besar di jalan umum yang memicu percepatan kerusakan infrastruktur jalan raya.

Melalui forum ini, pemprov mendorong terciptanya kesepahaman awal antara PT INTRA dengan perusahaan-perusahaan komoditas lokal yang nantinya akan bertindak sebagai pengguna jasa atau off-taker.

“Semoga pertemuan ini membuka peluang kerja sama jangka panjang yang memberikan manfaat bagi semua pihak,” kata Zainal.

Dalam jangka panjang, cetak biru jaringan rel ini tidak hanya diperuntukkan bagi angkutan barang, melainkan juga dipersiapkan sebagai jalur transportasi massal antarprovinsi di Kalimantan hingga terkoneksi dengan negara tetangga di Asia Tenggara.

Lomba Sumpit Tradisional Jadi Perekat Kebersamaan Masyarakat Adat Dayak Kaltara
Baca Juga

Lomba Sumpit Tradisional Jadi Perekat Kebersamaan Masyarakat Adat Dayak Kaltara

“Mudah-mudahan nanti ada rel kereta api untuk barang dan rel kereta api untuk penumpang. Kami juga sudah menjalin komunikasi dengan Brunei terkait rencana jalur kereta api Kalimantan, Malaysia, dan Brunei,” pungkas Zainal.

(Dayank Ana)