Sen, 27/07/26 · 08.29.36
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Utara

Pemprov Kaltara Dorong Penggunaan Kemasan Ramah Lingkungan untuk 73 Ribu IKM

Bintang Azhar
Bintang Azhar
Senin, 27 Juli 2026 · 13:392 menit baca
Pemprov Kaltara Dorong Penggunaan Kemasan Ramah Lingkungan untuk 73 Ribu IKM
Pemprov Kaltara menggelar pelatihan kemasan ramah lingkungan bagi IKM di Bulungan. Langkah ini disiapkan untuk memperluas pasar 73 ribu IKM lokal. (Dok. Adpim Kaltara)

Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara mendorong puluhan ribu pelaku industri kecil dan menengah di wilayahnya untuk beralih menggunakan kemasan ramah lingkungan guna memperluas daya saing produk lokal di pasar nasional maupun global.

Penguatan kapasitas usaha tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Kemasan Ramah Lingkungan yang digelar Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kaltara bersama Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup serta Yayasan Konservasi Alam Nusantara di Rumah Kemasan, Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, Senin, (27/7/2026).

Potensi pasar dipandang sangat terbuka mengingat jumlah unit usaha IKM di Provinsi Kalimantan Utara saat ini telah menembus 73.121 unit.

“Banyak produk yang bagus, tetapi akan lebih bernilai jika didukung kemasan yang menarik dan ramah lingkungan,” ujar Ketua Dekranasda Kaltara Rahmawati Zainal, Senin, (27/7/2026).

Pemprov Kaltara Raih Dua Penghargaan Nasional Terkait Pembangunan Perbatasan
Baca Juga

Pemprov Kaltara Raih Dua Penghargaan Nasional Terkait Pembangunan Perbatasan

Pemanfaatan material kemasan yang berwawasan lingkungan dinilai selaras dengan komitmen daerah dalam mempertahankan kelestarian kawasan hutan serta menekan tingkat emisi gas rumah kaca.

“Kami ingin produk-produk Kaltara tidak hanya dikenal karena kualitasnya, tetapi juga mampu merepresentasikan budaya, identitas, dan kekayaan sumber daya lokal yang dimiliki daerah ini,” kata Rahmawati.

Kualitas serta daya tarik visual kemasan ditempatkan sebagai variabel penentu utama untuk menarik minat beli konsumen di tengah persaingan komoditas olahan.

“Kemasan sangat menentukan di pasar. Produk yang dikemas dengan baik akan lebih menarik perhatian konsumen dan meningkatkan minat untuk membeli. Karena itu, pemahaman seperti ini harus terus kita berikan kepada pelaku UMKM,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Kaltara Denny Harianto.

Sembilan Jam Terjebak Lumpur, Pemprov Kaltara Desak Perbaikan Jalan Perbatasan Kaltim
Baca Juga

Sembilan Jam Terjebak Lumpur, Pemprov Kaltara Desak Perbaikan Jalan Perbatasan Kaltim

Fasilitas Rumah Kemasan yang ada di Kabupaten Bulungan dioptimalkan sebagai pusat pembelajaran teknis bagi para perajin lokal dengan menghadirkan instruktur dari Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik Yogyakarta.

“Rumah Kemasan adalah modal penting yang harus kita manfaatkan secara maksimal. Melalui fasilitas ini, pelaku usaha dapat belajar menghasilkan kemasan yang memiliki daya saing sehingga produk lokal mampu naik kelas,” ujar Denny.

Guna melengkapi ekosistem industri daerah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara juga tengah menyiapkan usulan pembangunan Balai Sertifikasi kepada Kementerian UMKM.

“Jika produk UMKM ingin dipasarkan lebih luas, sertifikasi menjadi salah satu syarat utama. Karena itu kami berencana mengusulkan pembangunan Balai Sertifikasi ke pemerintah pusat agar kebutuhan tersebut dapat difasilitasi di Kaltara,” pukas Denny.

(Azhar)