Sab, 04/07/26 · 04.09.36
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Buffer Zones

Sembilan Jam Terjebak Lumpur, Pemprov Kaltara Desak Perbaikan Jalan Perbatasan Kaltim

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Sabtu, 4 Juli 2026 · 09:502 menit baca
Sembilan Jam Terjebak Lumpur, Pemprov Kaltara Desak Perbaikan Jalan Perbatasan Kaltim
Rombongan Pemprov Kaltara terjebak lumpur 9 jam saat meninjau KM 95 perbatasan Kaltim-Kaltara. Wagub desak perbaikan jalur yang telah dipetakan sejak 15 Maret 2026. (Dok. Adpim Kaltara)

Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara mendesak percepatan pemulihan konektivitas darat lintas provinsi menyusul beratnya kerusakan infrastruktur jalan di kawasan perbatasan. Langkah ini diambil setelah rombongan kedinasan melakukan peninjauan langsung dan tertahan selama hampir sembilan jam akibat kondisi jalan berlumpur serta tanjakan curam menuju Kilometer 95 di jalur perbatasan Kalimantan Timur–Kalimantan Utara, Kamis (2/7/2026).

Kerusakan parah pada urat nadi logistik ini berdampak langsung pada tingginya biaya distribusi barang, mobilitas masyarakat, serta menghambat potensi pertumbuhan ekonomi di wilayah hulu kedua provinsi. Adapun pemetaan ruas jalur perbatasan yang rusak ini sebelumnya telah dilakukan oleh otoritas terkait pada 15 Maret 2026.

(Dok. Pemprov Kaltim/Via Instagram)

Wakil Gubernur Kalimantan Utara, Ingkong Ala, menegaskan bahwa data dan temuan teknis dari kunjungan lapangan serta hasil pemetaan berkala tersebut akan dijadikan basis evaluasi regulasi dan koordinasi lintas sektoral bersama pemerintah pusat demi memotong kendala interkoneksi darat.

“Hasil tinjauan lapangan ini akan menjadi bahan evaluasi Pemprov Kaltara untuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat, Pemprov Kaltim dan pihak perusahaan terkait perbaikan infrastruktur jalan perbatasan,” kata Ingkong Ala, Jumat (3/7/2026).

Beban IKN Jebolkan Kuota BBM di Penajam Paser Utara, DPRD Desak Tambah Pasokan dan Bentuk Satgas
Baca Juga

Beban IKN Jebolkan Kuota BBM di Penajam Paser Utara, DPRD Desak Tambah Pasokan dan Bentuk Satgas

Dalam peninjauan tersebut, kendaraan rombongan dilaporkan beberapa kali terjebak di dalam kubangan lumpur sedalam as roda sehingga harus dievakuasi menggunakan sistem tarik. Kondisi ini menjadi potret harian yang dihadapi oleh para pelaku usaha dan warga perbatasan yang melintas.

Kolaborasi Strategis dan Target Efisiensi Logistik
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara memproyeksikan perbaikan jalur perbatasan ini tidak hanya bergantung pada APBD daerah, melainkan mengusulkan skema konsorsium pemeliharaan jalan yang melibatkan korporasi swasta pemegang konsesi di sekitar kawasan hutan perbatasan.

“Saya berharap ini menjadi langkah awal percepatan pembangunan perbaikan jalan akses perbatasan, agar konektivitas Kaltara-Kaltim semakin lancar dan tidak lagi menjadi kendala ekonomi masyarakat setempat,” ujar Ingkong Ala menambahkan.

Agenda inspeksi lintas batas ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat wilayah tetangga, termasuk Wakil Bupati Mahakam Ulu Yohanes Avun, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Malinau Agustinus, Ketua DPRD Mahakam Ulu Novita Bulan, beserta perwakilan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) dan manajemen PT Tujuan Mulia Makmur.

(Dayank Ana)