Jum, 07/08/26 · 13.25.10
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Jumat Curhat Polres Landak: Mahasiswa Cecar Isu Tambang Ilegal hingga Knalpot Brong

Roska Putra
Roska Putra
Jumat, 7 Agustus 2026 · 18:313 menit baca
Jumat Curhat Polres Landak: Mahasiswa Cecar Isu Tambang Ilegal hingga Knalpot Brong
Jajaran perwira Polres Landak berdiskusi satu meja dengan sejumlah mahasiswa beralmamater merah dalam kegiatan Jumat Curhat di sebuah kafe. (Dok. HO/NusantaraPost)

Kepolisian Resor (Polres) Landak menyerap berbagai aspirasi dan keluhan krusial dari elemen mahasiswa serta komunitas masyarakat, mulai dari masalah Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI), karut-marut distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM), hingga maraknya penggunaan knalpot brong.

Berbagai persoalan tersebut mengemuka dalam forum diskusi terbuka bertajuk Jumat Curhat yang dipimpin langsung oleh Kapolres Landak, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Devi Ariantari, bertempat di Cafe Kopikoe Ngabang, Desa Hilir Tengah, Kecamatan Ngabang, Jumat (7/8/26).

Kegiatan ini turut dihadiri Pejabat Utama (PJU) Polres Landak dan perwakilan organisasi kepemudaan, di antaranya Ketua GMNI Landak Ignasius Jaga, perwakilan BEM Agustinus Hippo dan Pianus Tutuk, Ketua Projek Online Ngabang Hidayat, serta Ketua GMKI Landak Satria.

Aktivitas Tambang Emas Ilegal Makin Marak di Landak, Polres Enggan Berkomentar
Baca Juga

Aktivitas Tambang Emas Ilegal Makin Marak di Landak, Polres Enggan Berkomentar

Kapolres Landak, AKBP Devi Ariantari, menegaskan bahwa forum ini sengaja dibuka sebagai jembatan komunikasi dua arah antara aparat penegak hukum dan warga.

“Kami berharap komunikasi yang aktif bersama warga dapat membuat kehadiran Polri dalam setiap aktivitas masyarakat di wilayah Kabupaten Landak memberikan manfaat lebih, terutama dalam menjaga situasi kamtibmas agar selalu aman dan kondusif,” kata AKBP Devi Ariantari.

“Silakan disampaikan jika ada keluhan ataupun permasalahan kepada kami sebagai masukan untuk bersama-sama mencari solusi. Setiap masukan yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi bagi Polres Landak dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya menambahkan.

Benturan Penertiban PETI dan Urusan Perut

Isu lingkungan akibat aktivitas PETI menjadi salah satu sorotan tajam. Perwakilan BEM, Pianus Tutuk, memaparkan rentetan dampak negatif tambang ilegal mulai dari pencemaran sungai hingga potensi konflik sosial. Kendati demikian, ia juga meminta kepolisian mempertimbangkan aspek ekonomi warga yang menggantungkan hidup dari tambang tersebut.

“Kami berharap apabila dilakukan penertiban maupun penghentian aktivitas PETI, Pemerintah Kabupaten Landak bersama instansi terkait dapat menyiapkan solusi nyata bagi para pekerja sehingga mereka memiliki alternatif pekerjaan yang layak,” kata Pianus.

Sita 20 Gram Narkotika, Polres Landak Tangkap Terduga Pengedar di Mandor
Baca Juga

Sita 20 Gram Narkotika, Polres Landak Tangkap Terduga Pengedar di Mandor

Merespons polemik tersebut, Kapolres menyatakan kepolisian terus mengedepankan pendekatan preventif.

“Polres Landak terus melakukan langkah-langkah preventif melalui sosialisasi dan imbauan kepada para pelaku agar menghentikan aktivitas yang melanggar hukum karena berdampak pada kerusakan lingkungan serta berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat,” jelas Devi.

Lebih lanjut, ia berjanji akan menjembatani urusan perut warga penambang ke pemerintah daerah.

“Karena itu kami akan menyampaikan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait agar bersama-sama memikirkan solusi dan alternatif pekerjaan yang layak bagi masyarakat. Sehingga upaya penegakan hukum dapat berjalan beriringan dengan penyediaan lapangan pekerjaan,” sambungnya.

Distribusi BBM, Program Gizi, dan Knalpot Brong

Di luar isu tambang, mahasiswa mengeluhkan sulitnya mendapatkan BBM sesuai ketentuan di sejumlah SPBU. Mengatasi hal ini, Devi mengaku telah melakukan intervensi.

“Kami juga telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dan meminta agar alokasi BBM untuk Kabupaten Landak dapat menjadi perhatian, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik dan distribusinya berjalan lancar,” katanya.

Hendak Transaksi, Remaja Pengedar Narkoba Ditangkap di Mandor Landak
Baca Juga

Hendak Transaksi, Remaja Pengedar Narkoba Ditangkap di Mandor Landak

Terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat (Kasat Binmas) Polres Landak menanggapi permintaan mahasiswa agar standar gizi dan kebersihan tetap diawasi secara ketat.

“Polri pada prinsipnya mendukung pelaksanaan Program MBG sebagai salah satu program pemerintah. Kami juga melihat banyak anak-anak menjadi lebih semangat dan termotivasi untuk berangkat ke sekolah karena mendapatkan makanan bergizi melalui program tersebut,” ujarnya.

Sementera itu, Ketua Projek Online Ngabang, Hidayat, melaporkan keresahan warga terkait maraknya penggunaan knalpot brong, khususnya pada malam hari. Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Landak yang hadir di lokasi mengakui maraknya peredaran knalpot modifikasi di toko daring (online) menjadi tantangan tersendiri, namun penindakan akan terus digencarkan.

“Upaya ini dilakukan untuk menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas serta menjaga kenyamanan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, keluhan terkait minimnya penerangan dan jalan rusak yang disampaikan Ketua GMKI Landak juga direspons oleh Kapolres.

“Polres Landak akan melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk menyampaikan masukan mengenai ruas jalan yang memerlukan perbaikan serta titik-titik yang membutuhkan peningkatan penerangan,” kata Devi.

Sebagai penutup, Devi menyosialisasikan layanan panggilan darurat kepolisian yang dapat diakses masyarakat tanpa biaya.

Kasus Tambang Emas Ilegal di Sandai Dilimpahkan ke Kejaksaan
Baca Juga

Kasus Tambang Emas Ilegal di Sandai Dilimpahkan ke Kejaksaan

“Silakan menghubungi 110 apabila melihat, mengalami, atau mengetahui adanya kejadian yang memerlukan kehadiran polisi,” pungkasnya.

(roska)