Jum, 21/08/26 · 07.23.04
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Kabut Asap Kepung Bandara Supadio Hingga Menyebabkan Beberapa Penerbangan Tertunda

Hendrawan
Hendrawan
Jumat, 21 Agustus 2026 · 13:132 menit baca
Kabut Asap Kepung Bandara Supadio Hingga Menyebabkan Beberapa Penerbangan Tertunda
Kabut asap karhutla akibatkan jarak pandang anjlok di bawah 1.000 meter hingga otoritas Bandara Supadio Pontianak menunda sejumlah jadwal penerbangan pagi. (Dok. Fitrianurrw/ Threads)

Ancaman kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat kini mulai merambat dan mengganggu urat nadi transportasi udara. Anjloknya jarak pandang (visibility) hingga di bawah angka esensial 1.000 meter memaksa otoritas Bandara Internasional Supadio menunda sejumlah jadwal penerbangan pagi pada Kamis (20/8/2026).

Pihak Bandara Supadio mengonfirmasi bahwa pekatnya asap secara langsung telah mereduksi visibilitas landasan pacu, membuat prosedur lepas landas maupun pendaratan pada rentang waktu dini hari hingga pagi hari menjadi terlalu berisiko bagi keselamatan aviasi.

“Benar ada kendala untuk penerbangan. Dampak dari kabut asap ini sudah mulai terasa di Bandara Supadio, terutama untuk penerbangan pagi,” ungkap Joko dalam keterangannya, Kamis (20/8/2026).

Kendati jadwal penerbangan terdampak, otoritas bandara secara tegas menepis adanya pembatalan keberangkatan akibat bencana ekologis ini. Negasi ini penting untuk meredam kepanikan calon penumpang di ruang tunggu. Opsi yang diambil murni penundaan jam terbang (delay) hingga matahari naik dan jarak pandang kembali menembus batas aman 1.000 meter.

Kualitas Udara Kubu Raya Tembus Level Berbahaya Jumat Pagi Ini
Baca Juga

Kualitas Udara Kubu Raya Tembus Level Berbahaya Jumat Pagi Ini

“Bukan gagal penerbangan, tapi delay. Jadi tidak sesuai dengan schedule karena menunggu visibility di atas 1.000 meter dulu,” tekan Joko.

Berdasarkan catatan bandara, dampak kabut asap dalam dua hari terakhir telah menahan total enam penerbangan. Pada Rabu (19/8/2026), empat pesawat (tiga keberangkatan dan satu kedatangan) tertahan. Sementara pada Kamis (20/8/2026), dua rute pagi yakni Pontianak–Surabaya dan Pontianak–Ketapang harus rela keluar dari jadwal awal. Jeda kritis akibat kepungan asap ini umumnya terjadi pada pukul 06.00 hingga 07.00 WIB. 

“Rata-rata dari jam 06.00 sampai jam 07.00, lalu pada jam 08.00 sudah mulai normal karena tingkat visibility-nya sudah di atas 1.000 meter,” papar Joko.

Dalam kesempatan yang sama, pihak bandara juga meluruskan simpang siur informasi terkait adanya sebuah pesawat tujuan Pontianak yang terpaksa mendarat di Pangkalpinang. Joko memastikan bahwa insiden tersebut sama sekali tidak memiliki korelasi dengan pekatnya asap karhutla di Supadio.

Antisipasi Karhutla, Kapolda Kalbar Cek Kesiapan Pasukan dan Sarana Pemadam
Baca Juga

Antisipasi Karhutla, Kapolda Kalbar Cek Kesiapan Pasukan dan Sarana Pemadam

“Kalau persoalan landing mendadak di Pangkalpinang, itu kendala angin. Jadi bukan karena asap,” tegasnya.

Hingga saat ini, belum ada kendala teknis lain selain penundaan jadwal pagi. Pihak otoritas bandara terus memantau fluktuasi ketebalan asap dan berharap kondisi udara segera membaik guna mencegah penumpukan eskalatif penumpang di area terminal.

(Hendrawan)