Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Timur

Tampil Perdana, Dua Kafilah Kaltim Sabet Juara Satu KTIQ MTQ Nasional

Hendrawan
Hendrawan
Senin, 21 September 2026 · 11:522 menit baca
Tampil Perdana, Dua Kafilah Kaltim Sabet Juara Satu KTIQ MTQ Nasional
Hakim Maulana dan Nur Aidillah Fitriah, dua kafilah Kalimantan Timur peraih Juara I Nasional cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ), tiba di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan, usai berlaga di MTQ Nasional XXXI 2026 Semarang. (Dok. Portal Kaltim)

Penampilan perdana di kancah nasional tidak membuat ciut nyali dua kafilah asal Kalimantan Timur (Kaltim). Hakim Maulana, utusan Kabupaten Paser, dan Nur Aidillah Fitriah asal Kabupaten Kutai Timur, sukses mencetak sejarah dengan menyabet Juara I Nasional cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ) pada perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah.

Kedua jawara debutan ini tiba kembali di Bumi Etam melalui Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan, pada Minggu (20/9/2026).

Kemenangan mereka mematahkan stigma minim jam terbang, sekaligus membuktikan bahwa mentalitas peserta baru mampu mendominasi panggung bergengsi tingkat nasional.

Bagi Nur Aidillah Fitriah, medali emas ini merupakan pencapaian di luar ekspektasinya. Ia mengaku tidak memproyeksikan kemenangan pada debut perdananya bersaing dengan perwakilan provinsi lain.

Replika Gajah Raksasa 1,5 Ton dari Kaltim Tiba di Kediaman Jokowi, Tempuh Perjalanan 15 Hari dan Sempat Kecelakaan
Baca Juga

Replika Gajah Raksasa 1,5 Ton dari Kaltim Tiba di Kediaman Jokowi, Tempuh Perjalanan 15 Hari dan Sempat Kecelakaan

“Jujur tidak nyangka, rasanya masih seperti mimpi. Alhamdulillah, karena pemerintah kita memfasilitasi begitu bagusnya dan pelatih-pelatihnya luar biasa, jadi kami merasa sangat beruntung,” ungkap Aidillah.

Kemenangan ini tidak diraih lewat jalur instan. Aidillah mengungkapkan bahwa medali tersebut merupakan buah dari sistem pemusatan latihan (training center) yang digembleng konsisten tanpa putus oleh daerah asal.

“Kami latihan kurang lebih 10 bulan, hampir setahun. Setiap bulan kami selalu mengadakan latihan terus dan didatangkan pelatih-pelatih luar biasa,” tegasnya, menggarisbawahi pentingnya durasi persiapan.

Foto bersama para juara MTQ Nasional XXXI 2026 di Kota Semarang
Foto bersama para juara pada malam penganugerahan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah. (Dok. Kementerian Agama RI)

Senada dengan Aidillah, Hakim Maulana secara objektif menilai bahwa talenta individu tidak akan cukup tanpa adanya intervensi pembinaan teknis dan transfer ilmu dari para ahli. Baginya, ruang untuk terus berkembang adalah kunci utama.

BMKG Sebut El Nino 2026 Sangat Kuat, Musim Hujan 2026–2027 Diprediksi Lebih Pendek
Baca Juga

BMKG Sebut El Nino 2026 Sangat Kuat, Musim Hujan 2026–2027 Diprediksi Lebih Pendek

“Dari MTQ ini kita bisa banyak belajar, apalagi Pemerintah Provinsi Kaltim sangat mensupport kami. Pemerintah memberikan pelatihan, bekal, dan menghadirkan para senior serta orang-orang luar biasa untuk kami belajar. Di sini kami sangat berkembang dan bisa menjadi lebih baik,” papar Hakim.

Dominasi pada ajang perdana ini tidak membuat Hakim berpuas diri. Ia memastikan kesiapannya untuk kembali menjadi ujung tombak Kaltim pada kompetisi di masa mendatang apabila masih diberikan mandat.

“InsyaAllah kalau ada kesempatan dan masih ada umur, kami akan coba kembali,” pungkasnya.

(Hendra)