Lemahnya validitas data pemerintah terkait penyandang disabilitas di Kalimantan Barat mendorong Yayasan Parapreneur Indonesia mengambil langkah mandiri. Melalui peluncuran aplikasi “Para Kalbar”, komunitas disabilitas menghimpun data akurat secara by name by address yang mencakup 14 kabupaten dan kota demi memutus rantai kebijakan pemerintah yang kerap salah sasaran.
Pembina Yayasan Parapreneur Indonesia, Mustaat Saman, mengungkapkan bahwa instrumen pendataan digital ini lahir dari keresahan atas kacaunya sinkronisasi data antar instansi pemerintah. Ia mencontohkan data Kementerian Sosial yang mencatat sekitar 65.000 jiwa penyandang disabilitas secara nasional, namun minim verifikasi mendalam mengenai jenis disabilitas maupun domisili riil korban.
“Jadi memang aplikasi ini dibuat dari teman-teman disabilitas sendiri dan dilakukan kolek data dari semua organisasi penyandang disabilitas. Mengapa kita lakukan? Karena selama ini sulitnya mengakses data-data penyandang disabilitas. Kita bicara ke instansi manapun juga tidak ada yang sama,” tegas Mustaat Saman.


