Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Sempat Viral Video Candaan Presiden Prabowo di Sidang Tahunan MPR RI Soal Pacaran Siswi 10 Tahun, KPAID Kubu Raya Buka Suara

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Sabtu, 31 Oktober 2026 · 07:021 menit baca
Sempat Viral Video Candaan Presiden Prabowo di Sidang Tahunan MPR RI Soal Pacaran Siswi 10 Tahun, KPAID Kubu Raya Buka Suara
KPAID Kubu Raya buka suara tanggapi potongan video viral candaan Presiden Prabowo soal pacaran ke siswi 10 tahun pada Sidang Tahunan MPR RI. (Dok. Dayank/Nusantara Post)

Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kubu Raya memberikan tanggapan terkait potongan video viral berisi candaan Presiden Prabowo Subianto kepada siswi Sekolah Rakyat berusia 10 tahun saat Sidang Tahunan MPR RI.

Pernyataan yang menyinggung topik pacaran tersebut disampaikan Prabowo Subianto kepada Citra Nur Ramadani, siswi berusia 10 tahun asal Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, yang juga merupakan juara karate tingkat kabupaten.

Sikap dan pandangan kelembagaan terkait penayangan video yang menyinggung anak di bawah umur tersebut disampaikan oleh Ketua KPAID Kubu Raya Diah Savitri usai menghadiri diskusi dan refleksi pencegahan kekerasan seksual di Pontianak, Jumat, (30/10/2026).

Momentum Prabowo mengeluarkan candaan pada sidang tahunan MPR RI agustus lalu. (Dok. Ist)

Potensi distorsi konteks akibat peredaran video berdurasi pendek di media sosial disoroti oleh Diah Savitri.

Gubernur Ria Norsan Menyambangi Rumah Warga Karimunting untuk Salurkan Tali Asih
Baca Juga

Gubernur Ria Norsan Menyambangi Rumah Warga Karimunting untuk Salurkan Tali Asih

“Berkenaan yang beredar, video yang beredar, itu kan potongan menurut saya. Kita kan tidak tahu alurnya, tapi kalau kita menyikapi dengan potongan tersebut berkenaan dengan statement Pak Presiden kita bahwa memang satu sisi itu tidak pantas itu disampaikan. Kalau kita melihat dari potongan,” ujar Diah Savitri, Jumat, (30/10/2026).

Pentingnya kehati-hatian dalam penggunaan diksi yang menyasar anak-anak dalam forum kenegaraan tingkat tinggi ditekankan kembali oleh pihak KPAID.

“Kita tidak tahu ini kan video panjangnya seperti apa, pembahasan awalnya, hingga sampai kepada pembahasan yang disampaikan oleh Presiden kita. Tetapi apapun itu ya, dalam momen ataupun event yang sangat besar, alangkah baiknya untuk bicara sebagai perspektif anak, kata-kata itu seharusnya tidak disampaikan. Itu sih kalau menurut kami seperti ini,” jelas Diah Savitri.

Perlindungan terhadap perspektif dan psikologi anak dalam ruang publik terus diimbau oleh lembaga perlindungan anak guna menjaga etika komunikasi pejabat negara saat berinteraksi dengan anak-anak.

(Dayank Ana)