Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Selatan

Lolos Nominasi Tingkat Kalsel, Pengelolaan Sanitasi Desa Mahela Diperiksa Tim Juri

Hendrawan
Hendrawan
Kamis, 8 Oktober 2026 · 22:321 menit baca
Lolos Nominasi Tingkat Kalsel, Pengelolaan Sanitasi Desa Mahela Diperiksa Tim Juri
Tim juri STBM Kalsel uji fakta lapangan sanitasi warga Desa Mahela di HST; soroti efektivitas anggaran desa, pemeliharaan sarana, dan kendala air bersih. (Dok. Ist)

Tim penilai Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Provinsi Kalimantan Selatan menguji langsung kondisi sanitasi lingkungan di Desa Mahela, Kecamatan Batang Alai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kamis, (8/10/2026).

Pemeriksaan fisik dilakukan untuk mencocokkan laporan administratif dengan fakta sanitasi warga di lapangan setelah proses serupa diselesaikan di Kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu. Penilaian difokuskan pada sinkronisasi anggaran desa serta kebiasaan buang air besar sembarangan dan pengelolaan limbah cair rumah tangga.

Kriteria pengawasan anggaran dan keberlanjutan fasilitas dipaparkan oleh perwakilan penilai dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan, Riza Arizani. Aspek alokasi dana desa diuraikan dalam keterangannya.

“Dari Bappeda ada beberapa aspek yang kami nilai, terutama terkait penganggaran dan perencanaan keberlanjutan di Desa Mahela,” ujarnya, Kamis, (8/10/2026).

Cegah Kebakaran Berulang, RSJ Sambang Lihum Bangun Kanal dan Sumur Bor
Baca Juga

Cegah Kebakaran Berulang, RSJ Sambang Lihum Bangun Kanal dan Sumur Bor

Dokumen desa mencantumkan anggaran operasional tim sanitasi serta klaim program penunjang seperti sistem pemantauan rumah sehat, fasilitas cuci tangan sabun, sanitasi dapur, hingga bak penampung limbah domestik.

Meski pemerintah desa berencana menambah sambungan pipa rumah tangga pada 2027, tim penguji memberi catatan kritis agar fasilitas yang dibangun tidak mangkrak setelah ajang penilaian usai. Tuntutan pemeliharaan sarana ditegaskan dalam pemaparannya.

“Kami sarankan ke depan Desa Mahela bisa merencanakan pemeliharaan dan keberlanjutan dari kegiatan STBM lima pilar,” tegasnya.

Terima Dubes Belanda, Gubernur Muhidin Bahas Mitigasi Gambut dan Repatriasi Aset Sejarah
Baca Juga

Terima Dubes Belanda, Gubernur Muhidin Bahas Mitigasi Gambut dan Repatriasi Aset Sejarah

Sorotan terhadap realitas sanitasi permukiman juga diakui oleh kader puskesmas lapangan, Herma Fatiah, yang menyebut pasokan air bersih dan saluran pembuangan kotoran masih menjadi kendala harian bagi sebagian warga. Upaya pemanfaatan dana desa untuk mengubah sanitasi warga dijelaskan dalam penuturannya.

“Berbagai inovasi yang dikembangkan menjadi instrumen untuk membangun kebiasaan hidup bersih di tingkat keluarga,” katanya.

Tim gabungan yang terdiri atas unsur dinas kesehatan, pekerjaan umum, lingkungan hidup, dan pemberdayaan masyarakat menyisir langsung permukiman warga untuk memastikan tidak ada pembuangan limbah terbuka sebelum menetapkan nilai akhir kompetisi sanitasi tingkat provinsi tersebut.

(Hendrawan)