Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Selatan

Cegah Kebakaran Berulang, RSJ Sambang Lihum Bangun Kanal dan Sumur Bor

Roska Putra
Roska Putra
Kamis, 8 Oktober 2026 · 22:172 menit baca
Cegah Kebakaran Berulang, RSJ Sambang Lihum Bangun Kanal dan Sumur Bor
Cegah kebakaran berulang, RSJ Sambang Lihum perkuat mitigasi karhutla dengan membuat parit pembatas dan sumur bor bantuan Dinas PUPR Kalsel. (Dok. Ist)

Manajemen Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum memperkuat benteng mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan membangun jaringan kanal sekat bakar dan sumur bor di sekeliling kawasan fasilitas medis, Kamis, (8/10/2026).

Pembangunan infrastruktur fisik pencegahan tersebut terealisasi melalui dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan pascainsiden kebakaran lahan gambut pada September 2026 yang sempat mengepung area fasilitas kesehatan jiwa tersebut hingga memicu evakuasi internal pasien.

Rencana pengadaan sarana hidrologi dan pembatas api tersebut dipaparkan langsung oleh Kepala Bidang Penunjang Non Medik RSJ Sambang Lihum, Salbiah, yang mewakili Direktur RSJ Sambang Lihum, Yuddy Riswandhy Noora. Apresiasi atas respons cepat pemerintah daerah diutarakan dalam pembukaan keterangannya.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Gubernur Kalsel. Dengan kedatangan beliau kemarin, kami banyak diberikan bantuan untuk mencegah karhutla di Sambang Lihum ini,” ujar Salbiah, Kamis, (8/10/2026).

Lolos Nominasi Tingkat Kalsel, Pengelolaan Sanitasi Desa Mahela Diperiksa Tim Juri
Baca Juga

Lolos Nominasi Tingkat Kalsel, Pengelolaan Sanitasi Desa Mahela Diperiksa Tim Juri

Sebagian besar area RSJ Sambang Lihum berbatasan langsung dengan hamparan semak belukar dan vegetasi hutan gambut yang rawan terbakar saat musim kemarau. Keterlibatan dinas teknis terkait pengadaan infrastruktur pencegahan api diuraikan dalam keterangannya.

“Berupa land keliling kemarin, mungkin dari Dinas Kehutanan yang memberikan bantuan, dan juga nanti pembuatan sumur bor dari Dinas PUPR serta parit-parit dari Dinas PUPR,” jelasnya.

Selain mengandalkan konstruksi sekat parit dan pasokan air artesis guna memblokade kobaran api dari luar, kesiapsiagaan internal rumah sakit turut ditopang oleh tim pemadam gabungan berkekuatan 15 personel dari unit K3RS, sanitasi lingkungan, serta regu pengamanan. Harapan jangka panjang terhadap ketahanan kawasan rumah sakit dirumuskan dalam pemaparannya.

Duka di Balik Asap Banjarmasin: Guru Honorer Meninggal Usai Asma Kambuh Menembus Kabut
Baca Juga

Duka di Balik Asap Banjarmasin: Guru Honorer Meninggal Usai Asma Kambuh Menembus Kabut

“Kami sangat berterima kasih sekali. Mudah-mudahan dengan adanya bantuan tersebut, tahun-tahun ke depan walaupun ada kebakaran lagi tidak seberat tahun ini,” tutur Salbiah.

Sebelumnya, operasi pengamanan area rumah sakit turut melibatkan kepolisian dengan pemantauan udara memakai pesawat nirawak termal (thermal drone) untuk melokalisasi kobaran titik panas. Sinergi lintas instansi ini ditujukan untuk menjamin keberlangsungan rawat inap dan keselamatan ratusan pasien gangguan jiwa dari bahaya paparan api serta kabut asap pekat.

(Roska)